Buku Terbaru Kami: I Owe You, Bunda

“Dengan berjuta kekuatan dari Sang Pencipta, ibu berperan strategis tiada tanding dan tiada banding. Memuliakan seorang ibu berarti sebuah asa untuk cerahnya masa depan.” Komentar Usth. Yoyoh Yusroh, Anggota DPR RI, terhadap buku kami ini.

Saya senang sekali karena Allah (Swt) masih memberikan kekuatan luar biasa pada saya dan Regantini Salsabila menyelesaikan naskah buku “I Owe You, Bunda”. Rasa senang ini semakin menjadi-jadi. Saya merasakan ada dorongan kuat untuk segera membedah buku ini. Insya Allah, hari selasa, 3 Maret 2009, Pukul 19.00-21.00 Wib, Pameran Buku Islam, Istora Senayan, Stand Cicero Publishing saya akan datang mengupas abis buku kami ini.

Inilah buku yang menunjukkan kehebatan ibu. Melalui beragam kehebatannya, ibu mampu melahirkan seorang anak yang cerdas, tegas, berwawasan luas, penuh kasih sayang, sekaligus shaleh dan shaleha.

Saya akan tunjukkan padamu melalui kisah-kisah penuh hikmah dalam buku ini. Buku ini memberikanmu kekuatan menjadi seorang ibu sekaligus menyayangi ibumu. Dengan begitu, kesuksesan dan kebahagiaan hidup mudah engkau peroleh.

Buku ini bukan berteori semata. Bukan! Buku ini memberikan kisah-kisah nyata yang patut engkau renungkan. Ada kisah seorang anak yang sukses besar karena memberikan kasih sayang pada ibunya. Sekali lagi, buku ini bukan berteori, tapi menunjukkan pada engkau amalan-amalan anak untuk mencapai kesuksesan (dibidang apa pun itu, dan diusia berapa pun).

Apa yang engkau dapatkan ketika menelusuri karya terindah kami ini:

Kisah-kisah nyata penuh hikmah kesuksesan anak (lantaran mencintai orangtua)

cara ampuh mendulang kesuksesan dunia dan akhirat melalui kekuatan ibu.

Keutamaan ibu yang banyak orang lupakan

Rahasia Kedahsyatan Doa ibu

Cara ampuh membesarkan anak ala Rasulullah Saw

Doa-doa mustajab ibu dan anak

Doa-doa mengatasi kesulitan saat melahirkan

Kami ajak dirimu berburu kebaikan di tanggal 3 Maret 2009, stand Cicero publishing pameran buku islam istora senayan. Mari berburu kebaikan. Bedah buku ini GRATIS, bahkan engkau mendapatkan banyak pahala. Bukankah orang-orang shaleh berkumpul dalam satu majelis maka para malaikat akan mendoakan kebaikan untuknya?

Pujian terhadap buku ini:

“Buku ini sangat fantastik! Saya kagum dan bahagia membaca buku ini. Sangat komplit dan bermanfaat bagi anak dan orang tua. Anda rugi jika tidak membacanya.” Hartati Nurwijaya, Penulis dan ibu tiga anak menetap di Yunani

“Subhanallah! Buku ini wujud penghargaan dan apresiasi yang tinggi pada seorang ibu. Penyajiannya sarat dengan pesan moral, menarik, dan edukatif karena disertai dengan kisah-kisah nyata yang dapat dijadikan pelajaran berharga.” Era SR, Karyawan Program Studi Akuntansi FEUI

“Buku ini memberikan gambaran ibu adalah seorang yang sepatutnya mendapat kedudukan paling tinggi dan dihormati di hati anak-anaknya. Baca buku ini dan temukan dahsyatnya kekuatan doa ibu untuk kesuksesan dan kebahagiaan seorang anak.” Bunda Reza MB, ibu rumah tangga

 NB: Mohon maaf cover bukunya tak bisa saya tampilkan karena filenya terlalu berat.

12 thoughts on “Buku Terbaru Kami: I Owe You, Bunda

  1. ihsan laidi berkata:

    Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
    “Dahulu.. Kita dilahirkan dengan penuh kelemahan, ketergantungan dan tidak ada yang memperhatikan kita kecuali orang tua. Seiring waktu yag kian hari kian panjang terus mengindikasikan kealpaan kita terhadap orang tua yang seharusnya lebih dekat dari pada teman2 sebaya. Ah… mungkin itulah manusia .. ia akan selalu dijadikan lupa oleh waktu yang berjalan,ia akan selalu lebih cepat melupakan kebaikan orang lain daripada kesalahan orang terhadap dirinya. Tapi bisakah perilaku egois itu dihilangkan ? Jawabannya : Sungguh naip jika sikap salah itu tidak bisa dirubah, yang terpenting adalah kita harus belajar untuk merubah opini/cara pandang kita tentang sesuatu dengan pandangan yang sesuai syar’i, maka kebutuhan kita akan ilmu adalah nomo satu. Oleh sebab itu buku ini pantas untuk dibaca sebagai bekal ilmu kita dalam menyusuri terowongan waktu selama didunia ini”. Salut buat kang rusdin, semoga cita2 ikhlashnya di kabulkan oleh Allah. Amiyn.dari Muhammad Ichsan Laidi

  2. ihsan laidi berkata:

    “Kira2 8 tahun lalu … yah sekitar itu ….
    Duduk bersila didalam Masjid Al-Ittihad seorang anak laki2 yang sudah menginjakkan kakinya dikelas 3 SMP… entahlah semoga saja saya tidak salah ingat, SMP itu adalah SMP Negeri 2 Luwuk.
    Meskipun kita memperhatikan anak itu hingga sejam kemudian dia tetap saja seperti itu, tidak berubah, tidak ada yang istimewa darinya, kecuali 2 buah buku …
    mmm … buku Biologi caturwulan 3 dan buku Fisika caturwulan 3, ahhh… cuma itu yang aku ingat …
    Kebiasaan menghapal buku pelajaran sepertinya sudah berlangsung lama di diri Rusdin, sejak duduk di kelas 1 SMP, dia seperti terkena penyakit akut, penyakit menghapal buku !!!
    dilingkungan kami sikap penghapal seperti itu adalah kegilaan !!!
    Tapi lihatlah kegilaan itu ternyata juga ada pada orang2 yang suka mengutak-ngatik dunia, orang2 yang karena kegilaan-nya maka dunia mencatatnya sebagai sang inspirator. Kegilaan itu bukan tanpa alasan, kegilaan itu muncul karena sikap berbeda yang kita berikan terhadap lingkungan kita. Kita melawan lingkungan kita !! kita menerjang mitos2 sesat !!
    Yah.. Kita melawan sikap malas dan kebiasaan menunda2 pekerjaan yang sudah bertengger lama di kehidupan anak muda Luwuk Banggai, Belum lagi kita harus menerjang mitos bahwa belajar adalah kesia2-an karena kita tidak dilahirkan cerdas, kita hanya dilahirkan untuk menjadi sang penyesal…
    Namun mitos itu sedikit demi sedikit mulai dilintasi dan ditinggalkan oleh orang2 yang saya katakan tadi sebagai orang2 yang hidup dengan kegilaan, sebab semua orang berhak untuk cerdas, belajar dan kemudian berubah!!! orang2 seperti ini kini sedang menjamur, namun tentunya proses mengkader agar orang lain menjadi lebih baik tetap harus diutamakan.
    Tapi bisakah opini positif itu muncul begitu saja ??? Padahal kondisi lingkungan bertolak belakang 180 derajat dari apa yang kita lakukan dan yakini ???
    Ahh.. mustahil, hal itu mustahil… Saya melihat rona positif itu muncul sebagai buah dari belajar, pikiran positif itu muncul setelah kita mengetahui jalan yang harus kita tempuh. Tapi… keberadaan ibu.. mungkin itu salah satu pemicu terbesarnya …”. By Ihsan, for true history.

  3. rusdin berkata:

    @Ikhsan: Terima kasih banyak teman. Insya Allah, bulan Mei ini saya balik ke Sulawesi.

    @Mas Agus: Terima kasih banyak mas. Itu semua bantuan Allah SWT.

  4. mahesajenar berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Bung Rusdin, setelah pertemuan kita kemarin di Masjid Amir Hamzah TIM, adrenalin saya untuk memulai menulis mulai terpacu dengan hebatnya.

    Memang benar bung Rusdin, Ibu adalah sosok manusia yang banyak inspirasi untuk dituangkan kedalam sebuah tulisan. Saya sangat mencintai Ibu. Dan saya senang menulis tulisan yang bisa dipastikan sumber inspirasinya dari Ibu. Sayangnya, saya sudah tidak mempunyai Ibu.

    Nuun walqolami wama yasthuruun
    Wassalam….

  5. anak luwuk berkata:

    subhanallah.
    benar-benar produktif, dalam wktu yang singkat dan di usia yang sangat muda mampu melahirkan beberapa buku.semoga bisa menularkannya pada anak luwuk yang lain.
    sepertinya buku ini sangat penting untuk di bedah di luwuk
    di tunggu pak……

    dari yang prihatin akan kondisi pendidikan luwuk

  6. rostina berkata:

    assalamu alaikum, saya sudah membaca sebagian karangan dik rusdin, sangat bagus dan saya tdk menyangka kalau dik rusdin sekarang sdh jd penulis, saya tau dari om bani, syarifuddin rauf, bapaknya dik rusdin, sy adalah ponakan alias sepupunya rusdin dari takalar, cuma sekarang sy tinggal di kendari karena tugas. kapan2 klu ada waktu kamu kekendari, tlng dikasi kabar yaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s