Ketemu Pembaca Bukuku dalam Bus Way

Hari ini aku ingin berbagi dengan teman-teman. Aku ingin menceritakan sebuah pengalaman sebagai seorang penulis dan pembicara. Inilah pengalaman terindah di awal 2009. Cerita ini, Insya Allah, membangkitkan semangat teman-teman untuk berkarya sekaligus beramal baik. Silahkan baca…

 

Sungguh membahagiakan. Itulah yang aku rasakan ketika berada dalam Bus Way jurusan Ancol-Kp. Melayu. Tak aku sangka, seorang ibu separuh baya bersama anak perempuannya membaca bukuku: Taklukkan Takdirmu (2T).

            Awalnya, aku tak sadar. Begitu aku naik Bus Way, aku langsung duduk. Sang ibu berselang dua tempat duduk di sampingku. Saat itu, temanku berada tepat disampingku. Jadi, temanku menjadi pemisah antara aku dan sang ibu sekaligus anaknya.

            Beberapa orang pun naik. Salah satunya seorang ibu. Spontan aku berdiri mempersilahkan ibu tersebut.

Mataku tertuju pada sang ibu separuh baya bersama anaknya. Saat itulah aku tersadar kalau bukuku sedang dibaca sang ibu dan anaknya yang sedang duduk. Rupanya sedari tadi mereka telah memerhatikan diriku.

            “Mas, ini buku tulisan mas kan?” sapanya dengan halus sambil mencocokkan fotoku dalam buku 2T.

            “Iya, betul.” Aku tersipu malu bercampur bahagia. Rasa senangku semakin menggebu-gebu. Aku bahagia. Ternyata, selama ini, tujuanku menulis buku untuk mencerahkan orang lain sudah hampir terlihat. Sang ibu dan anaknya tersenyum.

            “Kami dari rumah sakit. Nih anakku yang sakit.” Kata sang ibu dengan senyum manis.

            Aku semakin terharu dan bercampur kebahagiaan. Alhamdulillah, buku itu menjadi pelipur lara kesedihan mereka. Meski sang anak, Nampak sakit, tapi wajahnya tetap tersenyum. Ia terlihat optimis. Aku berharap buku itu dapat menyuntikkan semangat bagi sang anak.

            Sepanjang perjalanan kami saling berbagi, bertukar pikiran, dan saling memotivasi. Akhir perjalanan, aku pun memberikan tanda tangan. Semoga buku itu diamalkan dan dibagikan ilmunya ke orang lain. Harapanku begitu.  

            Teman-teman punya pengalaman indah seperti saya? Silahkan berbagi di sini.

 

 

 

 

6 thoughts on “Ketemu Pembaca Bukuku dalam Bus Way

  1. rusdin berkata:

    @Budi Wibowo:
    Syukran akh. Terima kasih atas semangatnya.

    @Kai:
    Makasih Kahar. Kapan nulis buku IT dan Usaha dibidang IT-nya? ditunggu lho!

    @Smartsholeha:
    Terima Kasih. Afwan juga ane nggak sempat main ke acara pernikahan antum. Hanya doa yang ane titipkan buat antum dan sekeluarga.

    @Pak Shodiq:
    Terima kasih terdalam saya ungkapkan atas bimbingan menulisnya selama ini. Salam buat keluarga. Insya Allah, kalau ada kesempatan saya mampir di Solo.

  2. Siska berkata:

    Salam kenal dek Rusdin.
    Jadi mau malu nih saya. Manggil adek karena usia saya lebih tua, tapi prestasi dek Rusdin jauuuuuuuuhh lebih buaaanyyaaaakkk.
    Semoga berkah ya. Dan saya juga ketularan semangat n prestasinya.
    Btw, saya juga SMA di gorontalo, IC baru buka saat saya kelas 3 SMA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s