Disuruh nulis buku catatan hati: Hidup Muda, Hidup Produktif!

Beberapa pekan lalu, beberapa email dan sms berdatangan. Isi pesannya hampir sama. Yang mengejutkan saya pertanyaan mereka benar-benar sangat menggerakkan hati saya untuk terus menulis, menulis, dan menulis buku-buku pencerahan hidup. Salah satu pertanyaan yang mengusik saya yaitu:

 mas Rusdin kenapa tidak menulis buku tentang pengalaman-pengalaman atau catatan hati mas Rusdin ketika menuliskan buku-buku mas Rusdin. Pasalnya, jarang sekali anak muda yang seproduktif mas Rusdin. Bagus sekali kalau mas Rusdin menuliskan catatan hati bergulat dengan masa muda dan semangat produktif menulis.

(sedang berdiskusi di FX Sudirman bersama litefm)
 Wow, pesan itu sangat, sangat menginspirasi saya. Akan tetapi, sedikit kekhawatiran bermain-main di alam pikir saya. tiba-tiba pertanyaan mengalir ke dalam perasaan saya:

pantaskah saya menuliskan buku berisikan pengaman-pengalaman saya dalam berdakwah melalui dunia tulis menulis (menuliskan buku pencerahan hidup). Benarkah saya termasuk penulis muda yang produktif.


 Memang benar, semenjak setahun lalu, saya sudah berikrar untuk terus menulis buku pencarahan hidup. Alhamdulillah, sampai saat ini (tahun 2008) saya sudah menuliskan sekitar 25 buah buku. Awal tahun 2008, saya sangat terinspirasi untuk segera menulis buku ketika menyaksikan acara Kick Andy yang menghadirkan beberapa penulis muda (pada waktu itu anak smp). Selain memang karena menyaksikan acara tersebut, ada yang lebih memotivasi saya untuk menulis.
Apa itu? semangat untuk berbagi kebaikan, pencerahan, dan mencari keridhaan dimata Allah Swt. Terima kasih ya Allah, telah Engkau berikan begitu banyak nikmat dan kemudahan dalam hidup saya.
Jadi, haruskah saya menuliskan pengalaman-pengalaman keseharian saya dalam melahirkan karya berupa buku? Tolong berikan masukan pada saya.

4 thoughts on “Disuruh nulis buku catatan hati: Hidup Muda, Hidup Produktif!

  1. wahid nugroho berkata:

    dicoba saja
    kayak memoar hasan al banna gitu
    ntar 10 tahun lagi (insya Allah) dibuat yang versi keduanya
    btw, saya jadi tertarik untuk punya buku2 antum
    semoga kalo ada rejeki, insya Allah, bisa beli ^^v

  2. kang yadi berkata:

    maaf, kalo liat fotonya, saya pernah kenal.
    mas Rauf ini punya kaka namanya khairul muqtafa ga ya?

    Tanggapan Rusdin S. Rauf:
    Kang Yadi, terima kasih terdalam saya haturkan atas kunjungannya ke blog yang amat sederaha ini (isinya). Saya salut sama Kang Yadi yang lebih baik tulisannya dari saya. oh ya, saya tak punya kakak laki-laki. nama itu baru pertama kali saya mendengarnya.

  3. ita berkata:

    hebat.satu kata itu yang sangat ingin saya sampaikan.Saya sangat senang ketika membaca buku anda. Masih muda sudah buat buku, hebat eung!!! jd pengen. Kapan ya saya nyusul. Saya yakin pasti bisa buat buku keren seperti Kak Rusdi tapi masih pusing harus mulai dari mana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s