Menikah-lah Maka Engkau Akan Kaya!!!

Berbicara soal nikah? Kebanyakan orang menduga bahwa pembicaraan seputar nikah (dalam tulisan) hanyalah hak mereka yang sudah memiliki pujaan hati. Saya pikir dugaan ini belum sepenuhnya tepat. Saya sendiri percaya bahwa pembicaraan tentang nikah (dalam bentuk tulisan) juga hak saya, seorang anak muda yang belum jua mendapatkan pendamping hidup.

Sebagian orang percaya bahwa melangsungkan pernikahan harus memiliki persiapan yang matang. Bukan saja kesiapan mental (bathiniah) tapi juga persiapan fisik. Samapai-sampai, ketika akan mempersunting seorang wanita, pastilah orang tuanya akan menanyakan kemampuan kita: pekerjaan dimana, pendapatan sudah berapa banyak, simpanan ada nggak, dan seterusnya.

Menyaksikan fenomena itu, hati saya merinding. Saya sangat terpukau dengan keadaan jaman sekarang ini. Haruskah kita menikahi seseorang kalau kita sudah cukup mapan (punya banyak uang, dll)? Astaghfirullah!!! Apa memang begitu anjuran Allah dan Rasul-Nya? Saya tidak dapat memastikannya. Saya pun tak banyak tahu mengenai hal itu. Yang saya tahu: nikah itu mendatangkan banyak kekayaan; nikah dapat memberikan kemapanan financial (banyak uang, semangat kerja, dll).

Di sela-sela menyelesaikan sebuah naskah buku, saya terhenti sejenak. Lalu, tiba-tiba saya mulai memikirkan akan rezeki Allah kaitannya dengan pernikahan. Benarkah nikah itu dapat mendatangkan banyak kelimpahan dalam hidup? Kalau benar, saya musti membuktikannya. Minimal saya harus punya dasar. Dan, Alhamdulilah, tak sampai lima menit, saya buka buku ust. M. Fauzil Adim. Di dalamnya saya dapati sebuah hadis sahih yang menggembirakan saya. Begini arti hadis itu: nikahkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka.

Diam-diam, saya tersenyum kegirangan sendiri dalam kamar. Saya kembali bertanya ke dalam alam bawah sadar saya: benarkah nikah itu mendatangkan kekayaan? Belum tentu! Bisa ya. Bisa juga tidak. Pasalnya, tak jarang kita saksikan mereka yang sudah berkeluarga justru tak kunjung menjadi kaya. Bahkan, sering kali kita saksikan di media elektronik maupun cetak, orang tua begitu tegah menghabisi anak kandungnya sendiri. Tak lain, lantaran terjepit oleh kondisi ekonomi.

Lantas, bagaimana dengan kebenaran perkataan Rasulullah di atas?

Oh tenang!!! Rupanya, menikah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah-lah yang mendatangkan banyak kekayaan bagi pasangan. Bahkan, bukan saja kekayaan. Kebahagiaan, ketenangan, ketentraman bakal menyelimuti keluarga Anda.

Menurut Anda nikah seperti apakah yang diserukan oleh Rasulullah Saw. sehingga mendatangkan kekayaan bertumpuk-tumpuk? Silahkan Anda mengomentarinya! Saya tunggu lho!

32 thoughts on “Menikah-lah Maka Engkau Akan Kaya!!!

  1. Boysnocry berkata:

    Hal tersebut diatas juga sering terlintas dalam benak saya. Karena saya sendiri sudah rindu menikah. Paradigma saat ini akan pernikahan memang menjadi menakutkan bagi sebagian besar pria bujang. Kenapa tidak? prasyaratnya gila-gilaan. Padahal menikah menurut saya justru untuk menuju ke arah tersebut.

    Para wanita kini juga mulai terkontaminasi oleh budaya sinetron yang hedonis. Tidak sedikit diantara wanita sekarang yang malah menjadi paranoid dengan yang namanya pernikahan. Seorang pria “lurus” tidak akan tampak berharga saat ini jika tidak dihiasi dengan status sosial yg berkilau. Padahal segala sesuatu yang berharga selalu tidak tampak, selain itu hanyalah sampul, betapapun mahalnya.

    Mengingat segala sesuatu amalan tergantung niatnya. Maka saya berpikir sebelum kita menuju ke jenjang pernikahan, maka kita harus meluruskan niat terlebih dahulu. Kita harus niatkan segalanya untuk Allah. Mungkin kita harus bisa mengucapkan “I Love U because Allah” dengan benar-benar tulus kepada pasangan kita. Bila kita berada dalam kondisi itu, setidaknya nafsu birahi sudah dilangkahi oleh niat akan beribadah.

  2. Donny Reza berkata:

    Saya sebetulnya juga ingin sih menulis tentang pernikahan, cuma ngerinya malah jadi semacam bumerang dan dianggap sebuah pembenaran jika hal tersebut tidak sesuai dengan pandangan mayoritas orang lain. Selain itu, ruh-nya juga akan berbeda antara yang sudah dan belum menikah. Di sisi lain, ada nilai-nilai yang sebetulnya bisa kita ‘berikan’ kepada orang lain jika kita sudah menikah, terutama kaitannya dengan cara pernikahan menurut Rasulullah.

  3. rahmat kamaruddin berkata:

    Ass,…
    wah nga nyangka kalau saudara yang satu ini udah menghasilkan karya tulis yang sangat banyak…Sekarang udah tulis tentang pernikahan lagi…
    gimana tips supaya bisa nulis yah…

  4. kai berkata:

    Sebenarnya, intinya ada pada komitmen kita sebagai suami, mampukah kita bertanggungjawab pada istri kita dengan menafkahinya dengan harta yang halal dan berkecukupan..
    Kalau kita seorang pria yang bertanggungjawab, maka kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjemput rezeki dari Allah.
    Seorang istri biasanya akan mampu meredam pengeluaran suaminya yang berlebihan. Saya contohkan, ada seorang tetangga saya yang bekerja di perusahaan yang mapan, bahkan gajinya pun lebih dari cukup, tapi tabungannya nihil. Mengapa? Karena setiap tahun dia menghabiskan uangnya untuk membeli kendaraan baru.
    Bayangkan bila tetangga saya sudah menikah, insya Allah istrinya akan mengingatkan sehingga pengeluaran yang tidak penting seperti itu bisa ditahan, dan bisa ditabung untuk keperluan di masa depan.

    Jadi, mulailah giat bekerja dan menabung, demi calon istri dan anak kita nantinya. Walaupun kita belum tahu siapa mereka🙂

  5. Fadhil.ZA berkata:

    Ass wr wb

    Memang benar jika nikah Allah akan mencukupkan rezekinya. Buat yang belum nyoba memang terasa gamang. Saya udah buktiin…ketika masih bujang saya nggak bisa ngumpulin uang. Kantong bolong bocor disana sini, boros, nggak punya apa2. Tidur juga numpang di masjid. Tapi setelah Nikah alhamdulillah rezeki yang saya dapat berkah, bisa nabung , punya rumah , anak, mobil dan berbagai fasilitas lain. Nikahlah minta rezeki pada Allah dan berusaha. Allah menjamin kehidupan orang yang percaya dan yakin padaNya…Allah maha Kaya.

    Orang yang takut miskin, tidak yakin dengan karunia Allah…….ya pasti akan dihimpit kemiskinan dan berbagai kesulitan hidup

  6. ummuyafi berkata:

    Assalamualaikum, salam kenal ya….

    “Menikahlah maka kau akan kaya” itu bener sekali, saya sudah membuktikan kok. Ga hanya materi saja karena kita akan punya tambahan keluarga besar yang baru juga.

    Dulu sebelum menikah uang gajian ga jelas kemana habisnya, angka di buku tabungan paling banyak 7 digit itu juga angka terdepannya angka yang paling sedikit. Itupun ngisinya karena dapat arisan.

    Alhamdulillah setelah menikah, pintu rezeki yang berbentuk materi seperti dibukakan lebih lebar lagi dan tentunya lebih berkah. Banyak sekali rejeki dari arah yang tidak kita duga. Matematika rejeki beda banget dengan matematika aslinya.

    Maka menikahlah tapi jalan menuju nikah juga harus sesuai syar’i. Kalau kita yakin Allah akan memudahkan segalanya maka segalanya juga akan mudah

  7. carnicus berkata:

    penalaran yang kurang relevan memang jika kita melihat realita jaman sekarang, apalagi ummat (sbutan utk pengikut nabi) saat sekarang sedang tergonjang ganjing kehilangan jati diri terhadap budaya asing. tapi tdk berarti saia ragu dengan -menikah maka akan kaya-. termasuk makna kaya secara luas tergantung penafsiran tiap individu dan keyakinan. walaupun skrg saia sendiri belum membuktikan. yah.. begitulah janji Allah lewat nabinya..

  8. Tutut berkata:

    Assalamu’alaikum…

    sya mo tnya nie,,,sbnerY usia palg tua tuk nikah tu brpa si…???

    Skrg usiaQ 20…skrg gi kerja…pgn bgt klo sja thn dpan Q udh mpan Q pgn Allah mendtgkn jdohY untkQ….

  9. amrilarifin berkata:

    Salam Kenal mas, wah gak nyangka penulis buku nya bisa jumpa di blog, ya menikah membawa kita ke alam yang berbeda, dan tentu menambah banyak hal, keluarga, anak, dan lainnya dan itu semua kekayaan, … toh kekayaan bukan selamanya materi? tapi jika diukur dengan materipun, YAKIN lah akan bertambah, toh jadinya ber2, atau ber3 dengan anak dstnya, tentu rejekinya nambah juga … ajarin menulis donk mas, ijin ngelink ya, syukur-syukur dapat link balik, semoga ada waktu main ke blog saya … Wass.

  10. sita berkata:

    Gimana, dah dapat calonnya belum? Masih cari yang muda dan cantik?
    Masalah yang kamu sebutkan diatas, rasanya subjektif ya tergantung kamu mencarinya dimana dan dengan siapa. tapi selama menikahnya karena Allah insya Allah itu semua menjadi benar.

  11. abdurrosyid_muslim berkata:

    pertama-tama salam kenal bang rusdin..

    kalo ngomentarin tentang pernikahan, kayaknya ada hubungannya sama maksiat dan pintu rezeki deh..
    apalagi maksiat yang berhubungan dgn syahwat..soalnya syahwat yang tidak terkontrol bisa mempengaruhi otak trus larinya ke hati. disitu ada peran pikiran bawah sadar yang akhirya mempengaruhi hidup.

    saya menyandarkan hipotesa ini dengan artikel yg saya baca di forum tentang pengakuan artis pornografi yang ternyata dibalik layar, hidupnya amburadul dan beberapa cerita kawan tentang rekan-rekan mereka yang “liar dalam masalah syahwat” dan kehidupan mereka yang juga tidak beres.

    trus, apa hubungannya sama orang nikah?
    jadi begini, dari hasil survey saya, ternyata orang yang telah menikah kondisi psikologisnya lebih tenang. tidak timbul gejolak yang macam-macam apalagi sampai pikiran negatif. menurut saya itu yang mempengaruhi pikiran bawah sadarnya. disini pertolongan Allah berperan. sesuai janjinNYA, semakin sedikit maksiat, semakin dekat pertolonganNya.

    survey saya di mesir sini, banyak mahasiswa indonesia yang nikah muda. dan banyak diantara mereka yang malah menanjak prestasi atau popularitasnya ketika telah menikah.

    ini jadi bukti, kalau menikah itu membuka pintu rezeki. dan masih banyak hikmah2 yang lain.
    wallahua’lam bisshowab

  12. Aries berkata:

    Assalamualaikum…
    salam kenal mas rusdin…
    menikahlah maka engkau akan kaya…
    hadirnya suami yg baik , hadirnya anak dalam manisnya pernikahan menurut saya bisa di katakan sebagai kaya…saat kebahagian berkeluarga tidak bisa di hitung dengan materi mungkin itulah yg di sebut dengan kekayaan dalam menikah…mengenai rizki yg lainnya seperti materi ,InsyaAllah atas ijin Allah semua bisa ….Semangattt..:D..

    nb: semoga komentarnya nyambung sama temanya …aminnn..( ^_^ )V

  13. citra berkata:

    semoga dapat yang terbaik, penuh berkah dan langgeng..
    jadi jangan lupa untuk mendoakan jodoh kita kelak (siapapun dia) dengan doa-doa yang terbaik..
    semua akan indah pada waktunya.

  14. Pri berkata:

    sy stlh nikh malh timbl buanyak masalah?mungkin ini cobaan dr ALLAH agr lbh sbr n iklas?kalo ad dr teman2 yg punya tips untk mdaptkn jaln kluar minta bantu

  15. yohana berkata:

    Thanks, setelah membaca sedikit ulasan di atas, hati saya menjadi lebih sejuk. hal itu mungkin benar adanya.

  16. Aji berkata:

    Salam Ukhuwah…
    Amiiiin Ya Rabb…semoga rezeki jodoh kita dimudahkan dalam meraih kekayaan sejati karena Allah salah satunya dengan MENIKAH. wahai muda mudi Menikahlah…

  17. santy berkata:

    asalamualaikum…
    jd menikah sesuai ajaran rasull itu seperti apa?saya jg ingin menikah sesuai dgn ajaran rassul,,akan tetapi saya kurang mengetahui menikah menurut ajaran rassul itu seperti apa…saya ingin dengan nikah nya saya,menjadi lebih baik akhlaknya,luas rezekinya,dan menambah keluhuran saya…

  18. supian hadi berkata:

    salam
    smoga Allah selalu memberian kebaikan-kebaikan yang banyak untuk antum
    sehingga terus berkarya untuk dunia.amin

  19. muiz berkata:

    nikah tidak akan melampangkan rezeki,,begitu pula sodakoh,,, karena hak mutlak Allah apakah melapangkan atau menyempitkan,,tapi Allah memberikan tatacara nya, salah satunya berikhtiar dengan sungguh2 dan berdoa,,,banyak orang nikah bukannya kaya malah kepepet, karena penafsiran nikah melapangkan rezeki dengan polos,,menikah melapangkan rezki karena orang setelah menikah menjadi bersungguh2 dalam berikhtiar dan berdoa karena dia mencintai keluarganya,,so nikah hanya sebagai triger,,,

  20. sadr berkata:

    saya percaya bahwa menikah dapat melapangkan rezeky, walaupun saya belum pernah mencobanya, tapi kan pastinya orang tua saya udah nikah hehe, dulu sebelum menikah Ayah saya cuman guru honorer, ga punya rumah, ga punya motor, apalagi mobil. tapi setelah menikahi Ibu saya, selang beberapa tahun ayah saya jadi PNS, punya rumah (ketika saya 5 tahun, -+ setelah 7 tahun pernikahan), punya motor (ketika saya SMP) dan alhamdulillah sekarang sudah punya mobil (walaupun masih kredit hehe), dan yang hebatnya orang tua saya mampu mengurus 6 anak dengan baik termasuk menguliahkan saya dan kaka saya yang selang 2 tahun, dan makin banyak anak rezeki makin banyak, belum ditambah kebahagiaan batin yang didapat orang tua saya (kedua orang tua saya mengaku senang dengan banyaknya anak) jadi jangan takut nikah, memang rezeki itu datang perlahan, yang hebat itu adalah merintis kesuksesan dari bawah bersama pasangan🙂 saya ingat nasehat dari orang tua saya “banyak orang yang dulunya susah, sukses setelah mereka menikah”

  21. Kiky berkata:

    Bagaimana kalau kita sudah merencanakan sebuah pernikahan dengan pasangan kita tetapi ia belum yakin kalau sebuah pernikahan itu akan melapangkan rezeki.Dan ia akan menikah setelah semua tujuannya tercapai (ketika dia sudah sukses).
    Bagaimana jika pernikahan itu di tunda-tunda ?

  22. rapian hasanuddin berkata:

    Assalamu’alaikum dalam Islam makna kaya tidak harus identik dengan harta, sama halnya dengan makna rezki yang tidak harus identik dengan materi, atau makna kuat yang tidak harus identik dengan kekuatan fisik. kaya sangat erat kaitannya dengan rezki, semakin banyak rezkinya berarti semakin kaya dan begitu pula sebaliknya. bicara tentang rezki berarti bicara tentang nikmat yang Allah berikan kepada kita, dan kenikmatan materi hanyalah sebagian kecil bahkan sangat kecil dibanding nikmat2 lain yg Allah berikan seperti Iman dan Islam, kesehatan dan kesempurnaan fisik, fasilitas hidup di dunia spt: udara, air, tanah, belum lagi kenikmatan batin brp: ketenangan dan keamanan, dan masih banyak lagi yang lain yg tidak akan habis dihitung. maaf sudah jauh dari tema, intinya orang menikah sudah pasti kaya materi terlebih lagi yg non materi.

  23. via berkata:

    Bohong, saya menikah karena percaya kata2 indah ini tapi sudah 8 mau 9 tahun saya menikah tidak ada pembuktian itu. Jgn memberikan iming2 yg ga pasti. Karena terlalu yakinya saya hinga sekarang saya kecewa dan menyesal menikah.

  24. Aristo berkata:

    Assalamualaikum,
    Mas tolong hapus donk komentar yg mengawali dengan kata “Ass”, klo bahasa indonesianya kan artinya ” dubur”, emang sampean mau disapa seperti itu?.

    Gunakan kata yg semestinya “Assalamualaikum” karena terjemahan AlQuran dalam bahasa indonesia pun tidak ada yang disingkat.

    Masa’ tulis ayat suci aja malas dan disingkat tapi tulis komentar bisa panjang lebar.

  25. Maey Moon berkata:

    menikah memang bisa mengamankan kita dari keinginan2 yang sebenarnya tidak benar-benar dibutuhkan.
    yang pasti pernikahan yang dikelola dengan iman dalam hati akan melahirkan kekayaan hati itu sendiri.

    *maaf komen telat, bertahun2 tidak blogwalking ternyata saya ketinggalan banyak buah karyanya. xixixi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s