SMART Heart dan Quantum Istiqamah cetak ulang

Sobat, saya kembali lagi. Semoga tidak pernah bosan-bosannya membaca postingan saya ini. Dua bulan lalu, buku saya SMART HEART (buku yang menyangkutpautkan antara kelembutan hati dengan mendayagunakan 7 kecerdasan manusia) terbit, kemudian dibulan berikutnya buku saya Quantum Istiqamah: Metode Mengkolaborasikan Kekuatan Pikiran, Perasaan, dan Tindakan pun terbit. Dua buku tersebut sangat sederhana. Dengan gaya bahasa yang menggerakkan orang lain. Gaya bahasanya sederhana. Dan saya yakin sangat mengena untuk kondisi masyarakat sekarang ini. (Alhamdulillah, kedua buku saya itu tak sampai satu bulan sudah mengalami cetak ulang).          

  Sewaktu menuliskan buku tersebut, tak henti-hentinya saya mencari apa sebenarnya permasalahan masyarakat kita ini. saya saksikan betapa orang-orang sekarang ini mati-matian mencari harta kekayaan. Bukan orang miskin saja. Orang kaya pun semakin memperkaya dirinya. Akibatnya, terjadi gap yang lebar antara si kaya dan si miskin. Hal ini mudah dipahami. Coba kita terka berapa besar gaji seorang presiden atau direktur Bank Indonesia dengan seorang karyawan biasa? Silahkan Anda mengkalkulasinya. Gap nya sangat lebar sekali.         

   

Kondisi seperti itulah, menurut hemat saya, setiap orang di negeri ini harus menguras tenaga mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Bila perlu harta yang mereka kumpulkan tak pernah habis sampai tujuh turunan. Berbeda dengan Negara-negara maju. Warga Negara di sana tidak perlu banting tulang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Kehidupan masyarakat di sana telah mencapai kemakmuran. Dan Negara menjamin kemakmuran masyarakatnya sampai masa tua.       

     

 Berangkat dari fenomena itulah, lagi-lagi menurut hemat saya, masyarakat kita hidup untuk mengejar kemakmuran. Apabila kemakmuran itu tak kunjung datang, maka krisis moral lah yang melanda diri mereka. Ada rasa tak senang melihat pendatang lebih sukses daripada penduduk pribumi. Ada rasa iri kepada para pengusaha, pejabat, dan orang-orang yang menikmati kekayaan sebelah pihak saja.   

          Dilain sisi, sebagian orang-orang yang berpunya, kehilangan nilai-nilai spiritual. Kekayaan yang mereka miliki justru menambah kegalauan dalam hidupnya. Kekayaan bukannya mendatangkan kebahagiaan. Justru, sebaliknya. Tak heran, jika saat ini kalangan eksekutif mulai mendekati nilai-nilai spiritual diri. Sebenarnya, bukan saja masyarakat kalangan borjuis yang mengalami krisis spiritual, masyarakat kecil pun takmpaknya lebih memprihatinkan.            

Oleh sebab itu, momen ini jangan sampai kita (sebagai penulis, pendakwah, trainer,dll) lewatkan begitu saja. Buku-buku pengembangan diri yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai spiritual dan manajemen diri sangat cocok sekali. Buktinya, dua buku saya hanya dalam waktu satu bulan lebih sudah mengalami cetak ulang. Buku tersebut memberikan banyak solusi dan pendekatan yang unik kepada pembaca. Saya memosisikan pembaca sebagai orang-orang yang mencari makna hidup. Oleh karenanya, buku saya itu pun memberikan langkah konkrit untuk menuju makna hidup itu sendiri. Alhasil, saya tidak perlu menunggu waktu lama. Hanya satu bulan beberapa hari saja, kedua buku saya langsung cetak ulang.   

        

 Bukan buku saya saja. Buku-buku yang bertemakan spiritual, sebut saja buku Quantum Ikhlas buah tangan Erbe Sentanu, atau buku Law Of Attraction karya Michael J. Losher, pun masih digandrungi oleh masyarakat kita. Karena memang, lagi-lagi, masyarakat kita yang agamais masih memerlukan nilai-nilai spiritual yang kaya akan makna Lillah.           

 Sebaliknya, buku-buku yang bertemakan full motivasi mulai agak menurun. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Mungkin kebanyakan buku-buku motivasi hanya memberikan sederetan kata-kata yang penuh perulangan dan itu-itu saja. Sekali lagi ini menurut pandangan saya. Saya tidak tahu bagaimana penjualan buku 8 Habits karya R. Covey. Tapi, saya yakin penjualannya tak selaris dengan edisi awalnya yaitu 7 habits. Sesuai dengan hukum kepuasan. Ada masa-masa masyarakat mulai muak dan bosan dengan buku-buku yang hanya menceramahi pembaca tanpa mau memberikan solusi yang riil.    

        Solusi yang riil inilah yang didapati pada buku-buku spiritual. Terutama spiritual keagamaan. Ambil contoh. Anda mungkin pernah mendengar buku 3T (Tobat, Tasbih, Dan Tahajud): jalan tercepat menuju kedekatan dengan Allah, hanya dalam waktu tiga bulan sudah cetak ulang dan diterbitkan dalam tiga bahasa asing (Thailand, Australia, dan Malaysia). Apa rahasia dibalik kesuksesan buku tersebut? Sederhana sekali. Buku tersebut memberikan tawaran yang riil kepada pembaca. Buku itu memberikan cara-cara melakukan 3T yang disangkutpautkan dengan pengembangan diri. Sontak saja masyarakat begitu antusias menyambut buku itu. Selain itu, Anda pernah mendengar buku Pelatihan Shalat Khusyuk dan buku pelatihan Shalat SMART. Kedua buku tersebut pun sangat digandrungi masyarakat kita. Bahkan, buku yang saya sebut terakhir itu, sudah diterbitkan dalam bahasa melayu. Hasilnya sangat memuaskan: bestseller. 

          

Akhirnya, saran saya, sebagai penulis kita tidak boleh menutup mata. Lihatlah sekeliling kita. Analisislah apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh masyarakat kita. Lalu tulislah buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selamat menulis! Salam bestsellerPemerhati kehidupan,

15 thoughts on “SMART Heart dan Quantum Istiqamah cetak ulang

  1. hartati Nurwidjaya berkata:

    Assalamu’alikum wrwb,

    Bukan hanya di Indonesia, buku motivasi sekular yang ditulis motivator luar pun berubah bentuk menjadi tulisan yang menekankan pentingnya spiritual. Sebab masyarakat sudah bosan dengan kalimat berisi angan-angan dan imaginasi tanpa dilandasi nilai siritual. Hanya melalui pendekatan spiritual makhluk menjadi sadar dan termotivasi menjadi yang terbaik di dunia dan akhiratnya.

  2. rusdin berkata:

    nampaknya mulai terjadi pergeseran bentuk tulisan. tapi, tak apalah. memang ujung-ujungnya manusia mencari kebahagiaan. dan letak kebahagiaan itu hanya ada melalui interaksi manusia dengan Tuhannya. Terima kasih Mbak Tati, udah mau datang ke Blogku ini.

  3. nita berkata:

    bicara menulis…
    nie lagi ngebut buat naskah “IT for Children”[Andipublisher]
    argh… pasti naskah mu da dikirim ya ? ikutan juga kan ?
    aku bener2 gak beruntung, dapat infonya telat 29Feb08
    smoga bisa selesai…

    *kerjaan kantor VS IT for Children😀

    ngumpulinnya diundur dong!!!

  4. Agus R. berkata:

    Selalu menggugah dan menyejukkan…!

    Karya Anda banyak memberikan embun penyejuk bagi jiwa yang merindukan kedamaian, kembali kepada hakikat hidup yang sesungguhnya.

    Bravo untuk mas Rusdin.
    Terus berkarya dan berkarya yang diridloi Alloh SWT!

  5. thebini berkata:

    waduh ternyata sudah jadi orang hebat nih… bisa minta dikirimin bukunya gak yah?(moga masih ingad dengan dirikuh)

    sukses, Din!!

  6. Ade berkata:

    Mudah-mudahan setiap hurufnya menjadi hikmah dan berekah di dunia, serta menjelam jadi bidadari di akhirat kelak. Amiin.

  7. FaJaR_sAnToSo_pUtRa berkata:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Din…thanx banget smart heart-nya tapi mav, blum selesai aq baca… maklum sibuk (halah, gaya banget! padahal Rusdin aja yang udah jadi salah satu primadona persastraan Indonesia ga sibuk-sibuk banget ya…)

    pertama, congratz dulu ya…smart heart sam quantum istiqomah udah cetak ulang lagi. semoga cetak ulang lagi dan lagi (weits, kaya judul lagu Andra)

    kedua, numpang comment ya…
    manusia selalu ingin menemukan kebahagiaan dalam kehidupannya. mencari terus… mencari. kadang arahnya benar, kadang agak melenceng, kadang malah salah arah.
    klo aja setiap manusia mau mengakui bahwa kebahagiaan yang dia cari itu hanya didapat dari ALLAH, mungkin ga akan ada orang kaya yang gelisah karena kelebihan harta atau orang miskin yang gelisah karena kekurangan harta… (mungkin lho ya…namanya juga comment! maybe right, maybe wrong)

    terlepas dari semua itu, masyarakat kita sekarang memang perlu banget yang namanya pembinaan spiritual. kembali kepada fitrah kita sebagai mahluk-NYA, yang diciptakan hanya untuk beribadah, beribadah, dan beribadah kepada-NYA.

    so, banyak-banyaklah nulis buku tentang pembinaan spiritual atau motivasi spiritual seperti smart heart ini Din. semoga karya-karya seperti ini bisa membangun negara kita ini sedikit demi sedikit dari keterpurukan multidimensi… (halah, gaya banget niy anak…! mav ya Din, namanya juga anak muda, masih gede sok taunya…hehehe!)

    btw, that’s all… (kesannya kaya udah nulis panjang banget ya…)
    sukses selalu buat Rusdin S. Rauf…

    yang baik datang dari ALLAH karena DIA-lah sumber segala kebaikan
    yang salah datang dari fajar sendiri karena fajar masih banyak salahnya…

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  8. mega berkata:

    dimana bisa dapat buku “Quantum Istiqamah: Metode Mengkolaborasikan Kekuatan Pikiran, Perasaan, dan Tindakan” yah ……
    q lg di jakarta nih

  9. Deni Afr berkata:

    Selamat ya…semoga menjadi Amal sholeh yang tak terputus, dalam merubah akhlak menjadi lebih baik, seperti yg dicontohkan maha guru kita, Rossululloh SAW. deni@sedekah.net

  10. ari berkata:

    Cetak Ulang Mas, setelah saya baca quantum istiqamah karya mas rusdin itupun sudah membuat saya kagum ama mas rusdin, satu kata yang bisa saya bilang Anda Luar Biasa !!! semoga niat mas rusdin untuk mencetak ulang buku-bukunya menjadi satu langkah besar mas rusdin untuk bisa menjadi penulis terbaik bangsa, congratulations mas rusdin semoga Allah paring barokah dan kelancaran buat mas rusdin, amiiin. ngomong-ngomong buku saya belum dikasih tanda tangannya mas rusdin nich!!!

  11. rusdin berkata:

    @ Ari: Trimakasih banyak atas doanya. Terima kasih banyak juga atas pujiannya. semoga saya bisa terus berkarya.

  12. madsyair berkata:

    Assalamualaikum,
    Selamat ya!! Terus berkarya dan selalu jeli memandang situasi. Kalau saya masih dalam tahap belajar menulis, coba2 lewat blog aja.
    Salam

  13. edi berkata:

    mas rusdin, selamat terbitnya qur’anic law 0f attraction. saya tertarik sekali untuk membacanya. oya, naskah kekuatan bersyukur sudah ada di meja editor, semoga bisa segera terbit. kalau covernya sudah jadi, ntar saya emailkan mas. sukses selalu ya karya-kayanya yang lain ditunggu.tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s