Quantum Istiqamah: Metode Mengkolaborasikan Kekuatan Persaan, Pikiran, dan Tindakan

istiqamah

Penulis: Rusdin S. Rauf

(segera terbit, Januari, 2008, Diva Press) 

 Quantum Istiqamah

Kolaborasi Kekuatan Pikiran, Perasaan dan Tindakan           

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah,” kemudian mereka beristiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (lalu mengatakan), “janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih. Bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah Pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat; didalamnya kamu peroleh apa yang kamu impikan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”—Qs.Fushshilat[41]:30-32.

         Sebelum menuliskan buku ini, saya telah beberapa kali mengikuti pelatihan motivasi, baik yang diadakan oleh teman-teman kampus maupun yang saya ikuti melalui beberapa lembaga manajemen. Pelatihan tersebut  sebagian besar memberikan “setrum” semangat melalui ungkapan-ungkapan motivasi. Tidak itu saja, peserta pun diberikan beberapa permainan yang membangkitkan semangat juang untuk mencapai motivasi tertinggi.        

         Pada awalnya, seluruh peserta bersemangat dan menikmati jalannya pelatihan dengan baik, tak terkecuali saya. Bahkan, sepanjang pelatihan, tak satu pun peserta merasakan adanya kekecewaan. Namun, beberapa hari setelah pelatihan usai, semangat saya dan sebagian peserta mulai memudar. Adapun yang masih termotivasi, hanya ada dalam hitungan jari, itu pun sudah cukup menggembirakan. Saya termenung.

          Diam-diam saya bertanya dalam hati terdalam,”Salahkah saya? Salahkah pelatihan motivasi tersebut?”Beberapa hari saya berusaha merenung mencari jawaban atas permasalahan saya itu. Akhirnya, saya sadar bahwa untuk mengubah diri saya tidaklah cukup hanya dengan mengikuti pelatihan motivasi. Perubahan diri saya sangat tergantung dengan tekad dari dalam diri saya sendiri. Saya pun mulai yakin pada diri saya sendiri bahwa dalam diri manusia tersimpan sumber motivasi tertinggi; motivasi yang senantiasa hidup dalam diri.

         Reza M.Syarif Super Trainer, seorang motivator ternama, dalam bukunya Life Excellent, rupanya telah mengingatkan kita mengenai motivasi internal yang dimiliki setiap insan. Berikut penuturannya…

 Kalau kita menggantungkan diri kepada external motivasi, saya tidak bisa bayangkan dan saya tidak bisa memvisualisasikan berapa biaya yang harus Anda keluarkan untuk membayar seorang motivator 24 jam penuh untuk memberikan motivasi bagi Anda. Karena setiap orang akan mengalami sesuatu, apa yang disebut dengan istilah fluktuasi emosi. Hari ini mungkin Anda bisa bersemangat, tapi besok mungkin Anda tidak bersemangat…(Life Excellent: Menuju Hidup Lebih baik, hal.254) 

              Seperti dikatakan di atas, tugas motivator hanya memberikan “sinyal-sinyal” kebaikan kepada peserta, selebihnya, kembali pada diri peserta. Terserah apakah peserta tersebut mau berubah atau tidak? Dengan kata lain, hidayah bukanlah hak dari motivator, tetapi hak Allah, Sang Pemilik Hidayah, dengan didukung usaha dari sang pencari hidayah.

             Fenomena berikutnya, ternyata bukan hanya pelatihan-pelatihan motivasi yang memberikan semangat ”semu”, sebagian buku motivasi pun tak jauh berbeda, hanya memberikan pesan-pesan bijak kepada pembaca. Pembaca hanya diarahkan pada kata-kata bijak, tanpa ada penjelasan mengenai satu hal penting, yaitu sumber motivasi dalam diri pembaca yang bersifat hakiki (buku ini akan menjelaskan pada Anda mengenai motivasi tertinggi atau motivasi yang bersifat hakiki). Karena memang buku pun hanya sebagai salah satu ”alat” motivasi eksternal.

       Senada dengan itu, Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadhi dalam bukunya Fight Like A  Tiger Win Like A Champion mengungkapkan bahwa ia dan teman-temannya yang bergerak dalam bidang personal development (pengembangan diri) tidaklah bisa memotivasi peserta. Apa yang dia lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin memberikan inspirasi kepada peserta, baik dari segi presentasi, maupun suasana pelatihan yang telah dikemas sedemikian rupa. Hakikatnya, motivasi pada diri setiap orang datangnya dari internal diri mereka masing-masing. 

Manusia punya bentangan potensi yang amat luas, dari yang paling buruk yang bisa kita bayangkan hingga sublimitas tertinggi. Terlampau sering kebanyakan dari kita bersikap sembrono sehingga berkutat di level yang lebih rendah daripada titik pertengahan dalam skala ini. Kita membiarkan diri kita dikendalikan oleh motivasi-motivasi rendah [motivasi eksternal]… (Spiritual Capital, Danah Zohar dan Ian Marshall, hl. 17)

            Jadi, siapa yang salah?

            Sebenarnya tidak ada yang perlu disalahkan ataupun merasa bersalah. Semua ini, semata-mata niat baik sang motivator atau penulis untuk memberikan pencerahan hidup. Oleh sebab itu, saat kita berkaca pada Islam, ada seorang motivator besar yang menjadi fenomena dan seseorang yang sangat patut untuk dijadikan teladan, dialah Rasulullah Saw. Seorang Rasul yang berhasil memotivasi sahabatnya sehingga menjadi generasi-generasi tangguh. Bahkan motivasi tersebut berhasil menginternalisasi dalam diri para sahabat. Motivasi mereka layaknya tungku api yang menyala dan berkobar. Mereka terus memberikan bahan bakar ke dalam dirinya masing-masing agar tetap berkobar.

Apa sebenarnya bahan bakar tersebut?

           Saya akan memberikan jawaban pada Anda. Silahkan baca terus buku ini. Otomatis Anda akan mendapatkan jawabannya. Dari sini kita tahu bahwa Rasulullah adalah sosok yang tepat untuk dijadikan contoh para motivator dalam memotivasi orang lain. Dan, para Sahabatnya pun patut dicontoh dalam hal merespon setiap suntikan motivasi dari Rasulullah. Dengan demikian terjadi ”arus” energi timbal balik antara Rasulullah (sebagai motivator) dan para sahabatnya (sebagai peserta).Kemudian muncul satu pertanyaan saat kita meneladani Rasulullah Saw., bagaimana menemukan cara-cara terampuh Rasulullah dalam memotivasi? Dan bagaimana sahabat-sahabatnya menginternalisasi setiap motivasi yang datangnya dari luar diri mereka?  Ini adalah tantangan terbesar untuk kita dan semestinya kita harus menjawab tantangan tersebut.

          Oleh sebab itu, melalui buku ini, saya ingin memberikan pencerahan baru kepada pembaca untuk mengenal lebih dalam hakikat motivasi tertinggi dalam diri. Tentunya, apa yang akan saya sampaikan nanti tetap mengacu pada sumber terhebat sepanjang masa yaitu Al-Quran dan As-sunnah.

        Saya berharap buku ini bukan sekedar “menceramahi” Anda, tetapi lebih dari itu, memberikan pemahaman yang mendasar mengenai: motivasi tertinggi, kesuksesan dan kebahagiaan. Yang kemudian Anda praktikkan dalam kehidupan Anda (saya menyebutnya proses metamorfosis diri)Lalu kenapa pada bab awal ini saya menyampaikan mengenai Quantum Istiqamah? Melalui pengkajian secara mendalam, saya menemukan sebuah titik terang mengenai penyebab motivasi Anda cepat drop walaupun sudah berkali-kali mengikuti atau membaca buku motivasi/buku pengembangan diri. Semua ini dikarenakan, sebagian besar manusia melupakan kedahsyatan satu point penting, istiqamah. (Segera Miliki bukunya!)

16 thoughts on “Quantum Istiqamah: Metode Mengkolaborasikan Kekuatan Persaan, Pikiran, dan Tindakan

  1. Aline berkata:

    Assalamualaikum wr.wb.

    Apa kabar, Kak Rusdin? Smoga baik2 sj ya!

    Kakak, Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1428 H ya…!

    Minal ‘aidhin wa faidzin. Mohon maaf lahir batin! Jika Aline pernah mengucap kata/kalimat yg tdk berkenan di hati Kak Rusdin, Aline memohon maaf yg sebesar-besarnya. Sekali lagi, Aline memohon maaf lahir batin!

    Wassalamualaikum wr.wb.

  2. Edy Zaqeus berkata:

    Selamat Mas Rusdin… semoga semakin produktif dan berhasil menjadi penulis bestseller. Sudah sampai kiriman buku dari saya? Mohon informasinya.
    Salam bestseller
    ~ez

  3. nurdiyanti berkata:

    Assalamu’alaykum wr.wb

    sukses buat bukunya mas..
    salut mas rusdin bisa menggabungkan materi dengan surat2 di AL-quran…
    seperti kata seorang teman, Al-quran adalah kitab suci sempurna dan obat mujarab bagi segala persoalan.
    moga kita semua bisa memaknai Al-quran dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari

    Wassalam

  4. Dunant Arief berkata:

    Selamat mas Rusdin…Buku-buku anda menjadi bacaan wajib bagi saya sekeluarga… dan saya tularkan ke sekitar saya… Terima kasih… terus berkarya yang terbaik…

  5. fadli berkata:

    saya adalah orang yang tak bisa merasakan perasaan dalam hidup dan kadang saya tidak mampu membaca jiwa saya sendiri, tolong bantu saya please

  6. rusdin berkata:

    Mas Fadli yang dicintai Allah, sebenarnya masalah yang dihadapi mas Fadli ini adalah kebingungan menentukan arah hidup. itu menurut saya. Coba Mas Fadli merenung melalui zikir dan menjaga shalat. Insya Allah, jiwa mas Fadli akan tenang. Serahkan semua masalah mas Fadli pada Allah. Kewajiban manusia hanya berusaha.

  7. Yogi berkata:

    Assalamu’alaikum mas Rusdin.
    Saya berdomisili di Lhokseumawe, sepertinya saya belum mendapatkan buku ini. bisakah saya beli lewat jasa pengiriman.
    Karena saya termasuk yang cenderung naik – tururn dalam Motivasi pengembangan diri. Trims
    Wassalam

  8. aini berkata:

    assalamu’alaikum wr wb. ana telah mencari buku Quantum istiqomah ini tpi stok sll habis bisakah ana beli lewat jasa pengiriman,.klu bisa tlg di hub ke nomerx ana 081997994751…mnta bantuanx untuk kelangsungan pembuatan proposalx ana.afwan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s