Khilaf (Berbuat Salah) itu Indah Sahabat…

Benarkah berbuat khilaf itu indah? Masak sih! Ah! Tidak masuk akal nih. Anda penasaran ‘kan? Sudah saya duga Anda pasti terperanjak. Tak apalah! Setidaknya Anda memiliki harapan memperoleh keindahan melalui kekhilafan yang pernah Anda torehkan. Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, mari kita kembali kemasa silam, yaitu masa ketika Adam dan Hawa berada di surga. Saya tidak perlu menuliskan kembali cerita masa silam tersebut. Saya hanya menginginkan Anda mengingat kembali peristiwa silam itu. Saya persilahkan. Cukup! Anda sudah mengingatnya, bukan?

Mungkin diantara Anda merasa kesal, bahkan mungkin saja ada yang berucap, “Bodoh! Kenapa Adam dan Hawa mengikuti kehendak syetan? Sungguh memalukan!” Ya, tak jadi soal. Apapun komentar Anda mengenai peristiwa silam tersebut tak ada yang salah. Kenapa? Karena kekesalan Anda itu masih terhitung manusiawi.

Mengenai keindahan khilaf, Ibnu Qayyim mengungkapkannya dengan indah dalam kitab Al-Fawaid. Ibnu Qayyim menuliskan bahwa mungkin syaitan yang dengki gembira dengan jatuhnya Adam dan Hawa ke lembah dosa dan terpeleset dari surga menyebabkan ia melahirkan banyak karunia Allah kepada manusia karena kemudian lahir anak cucunya yang kelak menjadi khalifah di muka bumi. Bahkan ada hadis Rasulullah Saw. yang menyebutkan, “Dan demi zat yang diriku ada ditangan-Nya, jika kalian tidak melakukan dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian lalu Allah akan mendatangkan kaum lain yang akan berdosa, kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” (HR. Muslim).

Ibnu Qayyim kembali menuturkan ibrah kisah Adam dan Hawa dengan sangat positive thingking. Tutur beliau bahwa ketika Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga karena kesalahannya, tidak berarti bahwa Allah tidak mempedulikannya. Buktinya, Allah tetap memelihara keturunan Adam dan anak cucunya. Karena selanjutnya, Allah pun tetap akan memberikan surga untuk Adam dan anak cucunya yang beriman dan taat pada Allah, selama-lamanya.

“Jadi, dikeluarkannya Adam dan Hawa dari surga hanya sementara waktu saja. Seolah-olah untuk menyempurnakan bangunan surga itu sendiri. Sama seperti manusia yang ingin melakukan renovasi tempat tinggal lalu ia harus keluar dari rumah itu sementara dan kembali lagi,” tulis Ibnul Qayyim rahimahullah.

Dari penuturan Ibnul Qayyim di atas, betapa indahnya rasa khilaf itu, bukan? Ternyata, perbuatan-perbuatan dosa yang kita lakukan, tetap mendapatkan pengampunan dari Allah Swt.

5 thoughts on “

  1. widya berkata:

    assalamu’alaikum, a’
    memang 4jjI itu sangat indah, tak ada yang dapat menandingi keindahanNya sekalipun khilaf. 4jjI menorehkan sesuatu pasti ada hikmah dibaliknya, tinggal bgmana kita menyikapinya. apakah khilaf akan tetap menjadi khilaf ataukah sesuatu yang indah. so beningkan hati tuk cari keindahan dibaliknya, gitu kali ya a’. jzkallah

  2. kai berkata:

    Yup setuju, khilaf itu indah apabila kita bisa mengambil manfaat dari kekhilafan kita tsb. Bahasa kerennya: “belajar dari pengalaman”.
    Supaya perbuatan yg sama gk terulang lagi di kemudian hari…

  3. xwoman berkata:

    Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H

    Taqabalallahu minna wa minkum, shiamanaa wa shiamakum…

    Mohon maaf lahir dan bathin yaaa…🙂

  4. mataharimerahhati berkata:

    berbuat salah membuktikan kalau kita masih manusia…

    kalo salah mulu juga gak manusiawi. gak pernah salah malaikatwi dunk.

  5. rusdin berkata:

    @mataharimerahhati:
    Iya Mbak benar sekali. Senang sekali sudah berkunjung ke kediamanku ini. Salam kenal aja….oh, ya, kemarin aku udah jalan2 ke MPmu. Tulisan-tulisannya bagus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s