Indahnya Punya Isteri di Bulan Ramadhan

Indahnya Punya Isteri di Bulan Ramadhan

(oleh: Rusdin S. Rauf, Pemerhati Kehidupan)

Nikah lagi…nikah lagi! Bosan ya? Tunggu dulu! Tulisan kali ini, insya Allah, membuat Anda untuk segera melangsungkan pernikahan (mudah-mudahan saja). Beberapa minggu lalu saya sudah sedikit menjelaskan mengenai pentingnya menikah pada usia muda (baca postingan saya: Ayo Nikah!). Tulisan itu, saya sadari, terlalu ‘prematur’ dan kurang membidik Anda untuk segera melangsungkan pernikahan. Tak apalah! Minimal Anda sudah memperoleh ‘pemanasan’ dalam tulisan saya itu.

Sekarang, saya ingin kembali memberikan ‘virus’ kesegaran mencerahkan gaya berfikir Anda mengenai pernikahan. Begini…

Kali ini, saya mengajak Anda membayangkan diri Anda sebagai seorang suami. Ya, bayangkan Anda sudah memiliki isteri impian (Anda barus saja menikah hari ini). Coba bagaimana senangnya memiliki isteri? Pasti Anda merasa sangat senang, terhibur, dll.

Sekarang kita mulai memikirkan perlakuan seorang isteri pada Anda ketika bulan Ramadhan. Anda dapat melakukan segudang kebaikan secara bersama-sama, bukan? Bahkan pahala Anda berdua berlipat-lipat. Bayangkan saja, siang hari Anda harus menahan hawa nafsu. Padahal, Anda baru beberapa minggu melangsungkan pernikahan sebelum bulan Ramadhan. Wow, luar biasa! Pahala kebaikan Anda berdua semakin berlipat-lipat, seperti pergerakkan deret geometri.

Begitu pun di malam bulan Ramadhan. Pahala Anda berdua semakin menjadi-jadi banyaknya. Anda berdua berangkat ke Masjid sambil bergandengan tangan, bercumbu rayu sepanjang perjalanan. Malaikat pun tak henti-hentinya mencatat amal kebaikan setiap suami mencium kening istrinya, bahkan setiap langkah kalian berdua tercatat rapi. Setelah selesai shalat tarawih, Anda berdua pun dapat meraih pahala dari Allah. Seusai shalat, sang suami dan sang isteri tak tahan lagi segera ingin pulang. Sesampai di kediaman, Anda berdua bertadarus al-Quran beberapa lembar. Wah, pahala Anda berdua semakin bergunung-gunung. Setelah bertadarus, Anda pun masih memiliki banyak kesempatan di malam itu untuk merengkuh pahala kebaikan lainnya dari Allah. Tentunya, Anda berdua menunaikan hak masing-masing. Sang suami mulai menghampiri sang istri, dan…(maaf sensor). Malaikat pun tersipu malu sambil menggerakkan penanya mencatat kebaikan separoh malam itu.

Waktu sahur pun tiba.

“Papa bangun…!” suara mesra sang isteri membangunkan.

“Makan sahurnya udah siap…!”

“Papa mandi dulu ya…Bidadariku kamu udah mandi belum” Kata mesra sang suami.

Indah, bukan? Hidup Anda semakin ‘berbunga-bunga’. Anda menjalani kehidupan ini dengan nyaman penuh kebahagiaan. Bulan Ramadhan, sebulan penuh rasa-rasanya seperti sehari, karena bersama si dia, Anda terhibur setiap detik. Pahala, Anda pun tak pernah habis-habisnya.

Kawan, sekali lagi, silahkan Anda memilih menikah sekarang atau akan datang (ingat Anda masih punya kesempatan, bulan Ramadhan dua minggu lagi). Saya juga sadar, memang jodoh itu sudah ada yang menentukannya. Ya, itu benar! Tapi, jangan-jangan selama ini alasan tersebut menjadi pelarian saja. Jangan-jangan, memang kita tak pernah berusaha seoptimal mungkin menemukan calon pendamping hidup.

Telinga saya agak panas ketika mendengarkan pernyataan seorang kawan saya, “ngapain mikirin nikah…aku bosen!”

Saya sadari pernyataan itu meluncur dari bibirnya karena ia sudah berkali-kali mencoba tapi gagal. Namun, janganlah kegagalan itu membuat kita berputus asa dari rahmat Allah. Bukankah Allah melarang kita berputus asa? Bukankah Allah memerintahkan kita supaya berfokus pada kesuksesan?

Sekali lagi, saya tidak ingin menghakimi atau menggurui siapa pun. Sekali lagi tidak. Terus terang, saya juga belum menikah. Padahal umur saya sudah menjelang 22 tahun. Usia yang ideal untuk segera mempersunting seorang akhwat. Hehe….


22 thoughts on “Indahnya Punya Isteri di Bulan Ramadhan

  1. evy berkata:

    Ya..ya…ya.. menikahlah bila sudah siap… lahir bathin, indah memang bila ikhlas saling mendukung, tapi namanya bahtera ya ada dong angin maupun gelombang yang harus dimanage bareng…

  2. xwoman berkata:

    ah… sensitif ngomongin masalah ginian, dimana2 rasanya selalu bahas masalah seperti ini😀

    aku belum siap, belum mau…
    tapi ini sarannya buat laki2 ya? untung…untung…:mrgreen:

    22 tahun bagi laki2 apa ga kemudaan?😕

    Iya, setidaknya mempersiapkan “teori” jauh lebih baik, sebelum benar-benar menghadapi pernikahan yang sebenarnya.
    usia 22 tahun, itu adalah usia yg produktif. bahkan, menurutku, usia muda bukan penghalang menjalani bahtera rumah tangga.

  3. uknowlah berkata:

    maap ye..awalnya nyasar ni kesini..tapi kalo da terlanjur g ninggalin comment rasana gimana gt…

    aduhh..bang!!! menikah tak semudah yang dibayangkan.. perlu banyak kesiapan..i think i’m not ready yet…
    tapi buat bang rusdin…semangat ya..jangan lupe tar undangana di posting juge..biar kite bisa ngedoain gitu…
    semangat!!!
    penting sing????piss

  4. lei berkata:

    semangat bang rusdin! semoga segera bertemu dengan jodohnya🙂

    kl sekiranya belum scepat yang diinginkan, pastinya Allah punya rencana yang lebih baik. santai, dia akan datang di saat yang tepat ko! serahkan saja pada yang lebih berhak🙂

  5. widya berkata:

    memang indah nian yang disampaikan, tapi kalau belum dipertemukan ya mau gimana lagi, sabar aja yaaaaaaa😉 tunggu saja sampai waktunya, ga akan tertukar kok dengan yang lain🙂 kt pasti dpat yg tbaik disaat yg indah

  6. Salman berkata:

    Semoga segera mendapatkan jodoh yang sholehah. Segera persiapkan bekal. Jangan lupa sholat istikhoroh. Janji Allah SWT memang benar. Segeralah menikah. Generasi penerus kita membutuhkan orang tua yang masih produktif.
    Semoga ilmu yang ditulis menjadi ilmu yang bermanfaat. Semoga kita sama-sama bisa memperbaiki niat dalam mengabdi kepada Allah SWT.

  7. rusdin berkata:

    uknowlah: makasih udah mampir

    Lei: Tapi perlu usaha ‘kan?

    Widya: insya Allah jodoh ku cepat mapir dihatiku

    Salman: Usia produktif itu perlu. salam kenal

  8. Lucky Man berkata:

    1. Luruskan dan kuatkan niat untuk menggapai ridloNya
    2. Siapkan kekuatan mental dalam mengarungi bahtera rumah tangga
    (ombak dan badai khan menghantam, hanya dengan petunjukNya kita khan berlabuh
    di dermaga keridloan-Nya)
    3. Sholat istikhorah
    4. Mulailah menabung, mempersiapkan bekal yang diperlukan
    5. Percayalah hanya DIAlah yang memberi rizki
    6. Niscaya 4JJI akan mengayakan hati, yang senantiasa merasa cukup atas nikmat
    yang diberikan-Nya
    7. Bersegeralah jika engkau sudah mampu, atau puasa bagi yang belum mampu

  9. mataharimerahhati berkata:

    kadang kita cuma membicarakan madunya pernikahan. kita lupa tentang sebuah hal besar yang siap menghadang begitu memasuki pernikahan. menikah tidak semudah seperti kedengarannya. kemesraan, cerita indah tentang kebersaamaan, cita-cita pernikahan, dll memang terdengar begitu menggiurkan. tapi ada satu hal, ada satu hal yang begitu esensi, begitu sederhana sebenarnya…tentang cinta itu sendiri. bagaimana aku bisa mencintai kamu, wahai belahan hidupku? bagaimana aku bisa membuktikan cintaku? bagaimana cinta itu bisa dijaga? bagaimana kita bisa membagikannya?
    Aku kasih puisiku deh. ceritanya sih, aku mau keliatan romantis gitu kalo dah nikah, ngasih puisi ini buat pasanganku. tapi udah disiapin dari sekarang puisinya.

    Sepotong Taman Surga

    Rumah ini, Dinda
    adalah sepotong taman surga yang dipinjamkan Allah pada kita
    tanahnya aku yang pupuki
    bunga-bunganya kau yang rawati
    Yang indahnya, Dinda
    menawarkan semua letihku dan gelisahmu

    Cinta ini, Dinda
    adalah sepotong taman surga yang dipinjamkan Allah pada kita
    sebagian aku letakkan di antara hati kita
    dan sebagian lagi
    aku simpan di rahimmu
    Dari sana, Dinda
    dilahirkan banyak cinta lagi untuk kita
    yang membuat sepotong taman surga kita
    menjadi seluas bumi fana
    hingga
    ke akhirat dan surga-Nya yang sebenarnya

    2004

  10. asakuratorvald berkata:

    duh…duh… rusdin…
    menikahlah nak, sebelum engkau dinikahkan…

    aku ingin tau komentarmu tentang menikah setelah kamu menikah. pasti lain dibanding sebelum kamu menikah. yah, setahun setelah menikah kamu tulis deh…

    jangan tertipu sebelum membeli… kamu harus coba.

    teori ama praktek jauuuuuuuuh bedanya. yah, walopun teori ada gunanya juga. tapi kalo nggak dipraktekkan, teori cuma bakalan jadi kata-kata.

    jelmakan dalam tindakan.

    bukan berarti nikah nggak indah lo. tapi emang indaaaaahhh banget. tapi beda banget sama yang dibuku-buku pernikahan dini itu lo.

    jangan percaya apapun tentang pernikahan kalo ditulis sama orang yang belum nikah.

    yuk nikah. aku juga lagi merencanakannya. nikahnya direncanain tapi ceweknya yang m au dinikahin kok nggak nongol-nongol ya? mau nikah bareng?

    nanti, kira-kira dua tahun lagi, insya Allah, kita tukeran cerita tentang nikah lagi ya…🙂

    seleramu kayak apa? aku cariin mo nggak? aku punya banyak kenalan cewek lo. yang suka nulis juga ada. kali aja kamu mau yang hobinya sama biar klop dan klik.

    eh, dateng ke blog ku dunk….

  11. akhwat_ berkata:

    assalamu’alaikum ya akhi.,
    mungkin agak berbeda dengan yang lainnya.,
    bayangan yang sangat indah memang tentang apa yang akhi tulis.,
    indah bagi mereka – mereka yang sedang rindu untuk segera menunaikan sunnah rasul yang satu ini.,
    awalnya ana termasuk orang yang masih agak aneh mendengar istilah pernikahan, karena memang usia ana saat ini juga baru menginjak 19 tahun.,
    namun pada akhirnya terbuka hati saya untuk membandingkan antara pacaran ( rutinitas remaja usia ana ) dengan sebuah pernikahan yang sangat diridhoi oleh Allah.,
    semakin tertarik hati ana dengan kajian – kajian bertemakan munahakat, karena memang disanalah ana mulai mempelajari bagaimana islam mengatur hubungan yang “direstui” oleh Allah swt.,
    jadi pada intinya ana sependapat pada akhi., pernikahan bukanlah suatu hal yang membosankan untuk dibicarakan., karena pernikahan adalah suatu sarana untuk mengenalkan kita pada agama Allah yang lebih dalam.,

  12. Jannah berkata:

    YUP!,,Semangat YA???Bang Rusdin,,,

    Usia Muda Bukan Halangan
    Apalagi Bila Sudah Ada Kepastian
    Berdo’a dan Ikhtiar adalah Jawaban
    Dimana Mutiara Itu Tersimpan
    Berdua jalani hari tanpa keraguan
    cobaan dan rintangan dihadapi dengan tenang
    mencoba mendayung asa dan harapan
    Mencapai Ridha ALLAH Ar-Rahman,,,

    Menikahlah kalau sudah siap,,dan yakin,,
    insya ALLAH semua akan baik2 saja,,^_^

  13. rusdin berkata:

    AKhwat dan Jannah. Memang benar, membicarakan soal pernikahan itu sebuah keharusan. apalagi buat saya yang udah beranjak usia 23 tahun. tentunya, menikah itu perlu supaya tambah jelas visi dan misi hidup ini. bagaimana? ada komentar?

  14. Tutut berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb….

    Alhmdllh Q msih bisa bca kta2 d web anda,,,

    Betapa senangY bila saya brada d posi2 sprti ini…

    Klo sja…ad yg mo mnyuntingQ…hehehe

    KeinginanQ si klo bsa thun dpan pas usiaQ 21 Q pngen ad yg mlamarQ…

    N rmdhanY QT bsa nikah…heheheh Amien….!!!

  15. indah berkata:

    ketinggalan kasih komen neh…:-)
    Nikah muda mang pilihan, buwat yg milih nikah muda dan kalo mang dah siap knp nggak melangkah maju?
    tiap pilihan kan ada konsekwensi, jd qt harus siap apapun konsekwensinya…yg penting tetep pny positive thinking kan?:-)

  16. farahiyah berkata:

    mau nikah juga..
    calon udah ada… dia juga udah sedia… tp
    halangan orang tua.. jadi lmbat lagi la mau nikah..
    hehe..😦

  17. anilram berkata:

    jadi gimana rasanya..? khan kmrin sdh melewati satu ramadhan bersama istri tercinta….:) bole sharing donk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s