Menikah-lah Maka Engkau Akan Kaya!!!

3 05 2008

Berbicara soal nikah? Kebanyakan orang menduga bahwa pembicaraan seputar nikah (dalam tulisan) hanyalah hak mereka yang sudah memiliki pujaan hati. Saya pikir dugaan ini belum sepenuhnya tepat. Saya sendiri percaya bahwa pembicaraan tentang nikah (dalam bentuk tulisan) juga hak saya, seorang anak muda yang belum jua mendapatkan pendamping hidup. Baca entri selengkapnya »





Terobosan Terbaru: Quranic Law of Attraction

26 04 2008

Terobosan terbaru!

law of attraction (hukum ketertarikan) menyuguhkan harapan sekaligus peringatan. Apa yang Anda pikirkan sekarang adalah apa yang akan terjadi pada diri Anda nanti. Masa depan tergantung pada pikiran masa kini. Agar masa depan baik, pikiran berikut keinginan pun harus baik.

NB: Silakan berikan komentar. Komentar terbaik memperoleh hadian buku dari saya. Mari kita memperbanyak amal!

Baca entri selengkapnya »





Bagian Satu: Diam dalam Tempurung (2)

12 04 2008

 

Udara pagi ini, kian mencekang, suara ibu kian tak terdengar, seolah-olah ia ingin membisikkan padaku, sesuatu yang sangat amat sakral, sesuatu yang tak seorang pun tahu: sebab musabab kepergian ayahku. Mungkin Andalah yang akan tahu apa sebenarnya dibalik kepergian ayahku itu. Dan kenapa ibu terus membanting tulang memperjuangkan anak-anaknya supaya terus berjuang membelah samudera kehidupan ini.

            Aku diam membisu, memerhatikan setiap gerak gerik setiap deretan kata-kata ibu, sepertinya kata-kata ini cukup membuatku marah bercampur sedih, kata-kata yang begitu sangat mengharukan untuk aku sampaikan pada Anda. aku seperti berkontemplasi, mengembara ke alam pengalaman pahit ibuku, yang saat ini aku rasakan betapa pengalaman itu sungguh menerobos kuat-kuat dalam hati terdalamku. Baca entri selengkapnya »





Bagian Satu: Diam Dalam Tempurung (1)

12 04 2008

 

Pagi itu, waktu aku masih kecil, aku duduk di kursi panjang, tepat disamping ibuku, di depan gubuk kami. Sebatang pohon Serkaya meneduhi kami berdua. Tiupan angin timur yang menduru-deru seperti menjadi kunci saksi atas peristiwa yang baru saja membangunkan sang surya dari sarangnya.

 Ibuku tersenyum. Jari-jari tangannya yang kekar, lembut, dan dengan kasih sayang yang tak terhingga banyaknya mulai mendekamku erat-erat, seolah-olah tak mau melepaskan kepergianku kelak, sambil meneteskan air matanya. Aku tak paham masalah apa yang sedang membara dalam benak dan hati ibu. Rawut wajahnya seolah-olah memberikan pesan yang tak mudah untuk aku terkah, tak mudah untuk menggambarkan gejolak apa yang sedang melanda wanita yang penuh kasih ini. Ibu tetap saja tersenyum, meneteskan air mata kasihnya itu sambil sesekali mengelus-ngelus rambut ikalku ini. Baca entri selengkapnya »





Fenomena Ayat-Ayat Cinta Vs Fitna

10 04 2008

“Benar-benar menakjubkan, mengagumkan, dan memesona.” Begitulah penuturan sebagian penonton setelah menyaksikan film yang diangkat dari novel bestseller Ayat-Ayat Cinta karya Kang Abik—sapaan Habiburrahman El Shirazy. Pasalnya, sebagian penonton hanyut dalam cerita Kang Abik, lalu tanpa sadar isak tangis pun tak tertahankan lagi. Sungguh Ayat-Ayat Cinta telah memberikan kepuasan tersendiri bagi penikmatnya. Tak heran film ini sukses menyedot perhatian publik. Faktanya, Ayat-Ayat Cinta mampu “menyihir” sebanyak 3 juta lebih orang dalam waktu satu bulan lebih. Fantastik! Presiden, wakil presiden, dan duta besar negara pun turut terpesona menyaksikannya. Baca entri selengkapnya »





YA, KARENA AKU BUKANLAH FAHRI!

10 04 2008

Siang ini, matahari sembilan puluh derajat siku-siku tepat berada di atas permukaan bumi. Laksana bola api yang meledak-ledak, lalu menusuk siapa saja yang berani menyentuhnya. Panasnya menusuk badan sampai pori-pori siapa pun menyebabkan bau tak sedap, karena kepulan butiran keringat seperti bau neraka. Hembusan angin di rimba metropolitan Jakarta, yang disertai dengan kepulan asap kanalpot, semakin mempertebal asupan gas rumah kaca. Dan semakin mempetebal kotoran hidung orang-orang disekelilingnya. Maka, tak heran engkau menyaksikan mereka selalu melengkapi dua lubang hidung dengan masker-masker seperti hendak mendarat di bulan dengan sepeda motornya. Atau seperti petugas pembasmi nyamuk ganas penyebab demam berdarah mengendarai kendaraan beroda dua itu. Baca entri selengkapnya »