Hidup Adalah Perubahan, Benarkah?

Baru-baru ini, aku mendapat banyak pelajaran bermakna dalam hidup. Pelajaran yang selalu membuat pikiranku mengalir puluhan pertanyaan dalam diri. Salah satu pertanyaanku—dari sekian banyak pertanyaan—yaitu adakah perubahan dalam hidupku ini. Aku sadar dan sangat sadar bahwa waktu terus bergati, dan tak pernah mengenal kata berhenti tapi sudahkah diriku ini menjadi lebih baik. Ah…aku tersadar, aku harus sesegera mungkin mengubah gelombang hidupku. Karena aku yakin bahwa hidup ini selalu mengalami perubahan. Bukan begitu sahabat?
 Dua alternatif yang pasti aku jalani dalam rangka pencapaian perubahan hidupku. Apa itu? perubahan ke arah yang baik atau sebaliknya, berubah ke arah keburukkan. Setiap hari pastilah diriku berubah. Dan dua alternatif tadi (kebaikan atau keburukkan) pastilah terjadi dalam keseharian hidupku. Bahkan, kalau aku tak mau berubah ke arah lebih baik, pastilah aku akan menjalani kehidupan yang terpuruk.
 Aku ingat sekali sabda baginda Rasulullah tercinta (Saw),…


“Barang siapa yang hari ini sama saja dengan hari kemarin maka merugilah orang itu. Barang siapa yang hari ini tidak lebih baik dengan hari kemarin maka celakalah ia. Dan, barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka beruntunglah ia.”
 Subhanallah! Hatiku semakin mantap. Mantap sekali! Manusia selalu menjalani perubahan demi perubahan dalam hidupnya. Bahkan, manusia yang tak mau mengubah hidupnya, sesungguhnya ia sedang menjalani perubahan kehidupan. Bingung? Bagus…
 Bagini maksudku…
 Ambil contoh. Kalau aku tetap diam, tak mau berupaya memperbaiki diri, tentu saja aku akan menjadi itu-itu saja. Alias aku hanya  menjadi orang yang pasif terhadap masa depanku. Atau aku hanya mengikuti alur kehidupan ini saja, tanpa mau merencanakan masa depanku kelak. Nah, dengan begitu, tentu saja aku tak mengalami banyak perubahan dalam hidup. Bagaiamana diriku akan berubah, kalau aku tak mau membuat rencana, mempersiapkan diri, dan menggapai semua itu. Toh, aku hanya diam sambil menyaksikan perubahan hidup ini.
 Kalau aku terus-terusan seperti itu besar kemungkinan justru aku berubah ke arah keburukkan. Nampaknya tidak masuk akal? Tunggu dulu! Biasanya orang-orang yang tak mau sesegera melakukan hal-hal positif pastilah hal-hal negatif yang menyelimuti pikiran, perasaan, dan akhirnya tindakannya. Setan itu pandai sekali. Setan akan menggoda kita yang hanya berdiam diri, tak mau merencanakan masa depan.
 Tepat sekali, jika Allah menganjurkan hamba-hamba-Nya untuk terus berubah, jangan pernah berhenti. Firman-Nya,
“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan positif [kebaikan]), tetaplah bekerja keras [sungguh-sungguh] (untuk urusan [kebaikan] yang lain)” (Al-Insyirah[94]:7)
 Oh tidak! Ternyata selama ini aku menyianyiakan detik demi detikku untuk menuai kebaikan. Selama ini aku lewatkan detik-detikku untuk kekecewaan, pengeluhan-pengeluhan hidup, kemalasan, ketidakpercayaan diri, kebohongan, dan penyesalan-penyesalan masa lalu. Astagfirullah!!!…
 Benar-benar aku telah merugi. Tapi jangan khawatir. Tak ada kata terlambat mengubah diri menjadi lebih baik. Allah Maha Pengampun. Ampunan-Nya seluas langit dan bumi ini. Maka tak perlu berlama-lama membiarkan detik demi detik terlalui dengan penyesalan.
 Sekarang waktunya mentransformasi penyesalan demi penyesalan dengan keoptimisan. Gantilah pakaian ketakutan hidup dengan keberanian. Pakailah pakaian kesyukuran dan selimutilah kehidupan ini dengan kebahagiaan. Ingat! Allah selalu menyertai orang-orang yang penuh syukur, penuh ketekunan, kesabaran, dan seterusnya.
 Akhirnya, yuk! Sambut detik ini dengan terus berubah ke arah kebaikan seperti anjuran Allah dalam surah Al-Insyirah ayat tujuh. Tunggu apalagi! BERUBAHLAH!!!

About these ads

7 gagasan untuk “Hidup Adalah Perubahan, Benarkah?

  1. Bagaimana caranya mengikhlaskan diri bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kita adalah yang terbaik menurutNya?

    tanggapan Rusdin S. Rauf:
    “Apa yang kita presepsikan baik, belum tentu baik di sisi Allah, sebaliknya apa yang kita presepsikan buruk belum tentu buruk di hadapan Allah.”
    “Sesuatu apa pun yang menimpa kita adalah bentuk ujian dan cobaan Allah. Allah akan memberikan cobaan sesuai dengan kamampuan hamba-Nya.”
    begitu kira2 jawabannya Esti. Salam kenal dariku.

  2. inilah yang ane suka dari antum, ketika ane sedang di landa masalah yang berkecamuk, antum hadir sebagai penyemangat, keberadaan antum sangat dirindukan, ingat apa yang dikatakan oleh Reza M.syarif, bahwa manusia itu bermakna ketika kehadirannnya, ia sangat dinanti-nantikan dan setelah kepulangannya itu ia sangat dirindu-rindukan..
    aku ingin sepertimu, yang matanya, hatinya, nafasnya selalu bernilai cinta dipelukan ibunda

  3. Subhanallah…
    aku jaid tersadar, begitu pentingnnya planning dalam hidup kita yang akan mengubah siapa kita dan bagaimana kita.
    tapi kita juga mungkin tidak akan pernah bisa berkata perubahan tanpa merasakan takut,minder,malas, mengeluh…
    karena itu syukurilah apapun keadaanya, karena masalalu juga bagian dari perubahan masa depan jadi tak ada yang perlu disesali.
    hanya saja meminta ampunlah dengannya dan berterimakasih atas segala rencananya yang penuh dengan kesempurnaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s