Cinta Tak Harus Memiliki

Ibu saya pernah bertutur kalau cinta itu harus dirawat dan ditumbuhkembangkan. Rupanya kata-kata itu terus bersemayam di alam bahwa sadar saya. Waktu itu saya kelas tiga SMP. Masa-masa yang sama sekali belum pernah mengenal arti cinta. Andai saat itu, saya sudah sedikit paham akan arti cinta, mungkin saja akan saya tanyakan bagaimana menumbuhkan cinta itu. Tapi, sayang. Ya sayang sekali, usia saya belum mampu menjangkau arti cinta kasih itu. Maka, tak mengherankan, saya hanya menganggukkan kepala ketika ibu mengutarakan nasihat-nasihat cinta.
 Setelah beranjak SMP, dan harus berpisah dengan ibu, saya kembali tersadar dengan ungkapan cinta itu. Tapi, lagi-lagi, selama tiga tahun mengenyam pendidikan sekolah berasrama, saya tak jua sanggup memaknai cinta. Pernah saya membuka kamus bahasa Indonesia lalu mencari makna cinta, tapi saya tak jua mampu memaknainya. Wajar. Anak desa seperti saya ini tak pernah punya pikiran jatuh cinta kepada teman wanita. Entah kenapa. Saya pun tak tahu menahu.
 Beranjak kuliah, tanda-tanda cinta itu mulai tumbuh di dalam lubuk hati ini. Rupanya, saya mulai tertarik dengan seorang gadis berkulit putih, cantik, dan berakhlak baik. Tapi, lagi-lagi, rasa itu tak mampu saya ungkapkan kepadanya. Karena memang, bagi saya, usia-usia seperti itu, tak pantaslah seorang lelaki seperti saya harus berterus terang kepada lawan jenis. Pikirku, bukankah memendam cinta (tak mau mengutarakan kepada sang kekasih) mengalirkan banyak pahala di sisi Tuhan. Semakin kita memendamnya, dan tentunya menunggu waktu yang tepat mengungkapkannya, maka semakin bertambah banyaklah pundi-pundi kebaikan saya. Begitulah pandangan subjektif saya.
 Namun, hati saya bergejolak. Hati saya membara, mengkhawatirkan keberadaannya. Dalam alam sadar saya bergeliat pertanyaan yang tak perlu saya risaukan. Begini pertanyaan yang mencuat dari hati kecil saya: bagaimana kalau kekasih yang saya cintai itu menjadi milik orang lain. Lagi-lagi, pertanyaan ini semakin menggelora, menyatu, bahkan menggerogoti alam kehidupan keseharian.
 Tak mengherankan, jika sang kekasih mulai dekat dengan seseorang, saya mulai curiga, was-was, dan rasa khawatir mendalam. Prasangka buruk mulai membanjiri lubuk hati ini. “Jangan-jangan, dia tak menjadi milikkku lagi. Jangan-jangan dia akan menjadi milik orang lain. Oh cintaku.”
 Saya percaya seseorang yang telah terbuai dalam cinta pasti memahaminya. Bagaimana tidak, kalau hati sudah menyatu maka tak ada yang mampu memisahkannya. Bahkan gunung uhud pun berani dijangkaunya asalkan bertatap dengan sang kekasihnya. Sehingga, tak mengherankan, jika banyak orang rela mengorbankan apa pun demi mengejar kekasih.
 Beberapa orang kawan menyarankan saya sesegera mungkin “menembakkan” kata-kata cinta padanya. Tapi, lagi-lagi, satu keyakinan saya yang tetap melekat dalam sanubari yaitu kalau jodoh sudah pasti tak kan lari kemana. Dalam redaksi lain, kalau dia memang ditakdirkan menjadi kekasihku, maka tak perlu khawatir. Toh, sampai waktunya, ketika saya benar-benar siap, pasti ia tak akan disabet orang lain.
 Oh ya, membicarakan topik ini, justru saya teringat sebuah lirik lagu “Cinta Tak Harus Memiliki”. Saya lupa siapa pengarang dan pelantunnya. Saya juga teringat tembang lagu yang amat relevan dengan kadar hati saya saat ini. Lagunya Delon “terbaik”. Lagu ini tampaknya sangat menghibur saya, terutama liriknya,”Tuhan tolong jangan jodohkan dia dengan yang lain”. 
 Ah…sudahlah! Sebaiknya, saya alihkan rasa cinta itu pada hal-hal yang positif seperti produktif berkarya, menempa diri dengan bisnis, mengembangkan mental interpreneur, dan lainnya. Masih banyak hal yang musti saya lakukan. Saya masih sangat muda. Jangan sampai cinta kepada sang kekasih melenakkan saya untuk menjadi lebih baik. Demikianlah pandangan subyektif saya.

About these ads

27 thoughts on “Cinta Tak Harus Memiliki

  1. Kenapa gak langsung dilamar aja din?
    Emang bener Tuhan yang menentukan jodoh kita, masalahnya kita gak tahu rahasia-Nya. Siapa yang Dia tentukan untuk menjadi pendamping kita.
    Karena itu, kita lah yang harus pro-aktif, kita lah yang harus menentukan siapa “sang kekasih” itu. :)
    Jodoh itu, seperti rezeki dari Tuhan yang ditaruh di meja prasmanan. Kalau bukan kita yang bergerak untuk mengambilnya, maka rezeki itu akan habis dinikmati oleh orang lain.
    Good luck! :)

  2. @Ayuning Mazasupa: Terima Kasih banyak atas doanya. Mudah-mudahan Allah segera mengirimkan pendamping hidup kakak.

    @Kai:Setuju Kai. Kalau sudah cukup waktunya, pasti kan ku lamar.

    @akubencimelon: Jangan terlalu membeci, nanti malah mencintai

  3. assalamualaikum_
    wah, syapa nih kak???
    salut deh ama kakak.
    selalu punya prinsip.
    ” biarkan mengalir seperti aliran air, dan mengalun seperti alunan lagu ”
    afwan, nyambung gak, ya…!!!???
    o iya, kak, berhubung UAS barusan selesai, dan sekarang lagi harap2 cemas nunggu hasilnya,,,
    mohon doanya, ya, kak.
    yang pentink ikhlas…!!!

  4. Aku setuju… cinta tak harus memiliki. karena cinta itu anugerah. dan cinta yang tulus takkan pernah sia2. mungkin kita tidak akan mendapatkan apa yang kita cintai, tapi pasti, kita akan dicintai sebanyak kita mencintai… hehehehe…
    siti sok tua bgt euy… [tapi 23 mang dah tua ding…]
    salam kenal juga, din…
    persahabatan yang aneh ku miliki dengan dirimu, kawan..
    lama tak bersua.
    wassalammu’alaikum

    jawaban Rusdin S. Rauf:
    Shemurei, terima kasih banyak udah datang ke blog ini. Cinta memang tak harus dimiliki, tapi cinta milik sang pecinta. apa iya?

  5. yaa,, memang cinta itu ga selalu harus memiliki, karna sebenarnya memendam perasaan spt itu sangatlah mengasyikan..

    Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita. hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi… blessing in disguise,,,

  6. Mudah2an kak rusdin selalu diberi yang terbaik oleh ALLAH SWT dalam segala hal,,termasuk jodoh yang sholehah dan cantik pula,,AMIIN,,,

  7. @elkautsar: menurutku, biarkan saja ia pergi, lalu biarkanlah ia mencari cinta sejatinya. apa iya?

    @Jannah: Syukran. Terima kasih banyak atas doanya. Istri cantik itu relatif, bukan begitu? yang penting cantik akhlaknya kan?

  8. YUP!,,bener banget,,,cantik itu relatif,,,tapi kalau udah cantik akhlaknya pasti cantik pula rupanya,,,karena kecantikan abadi itu berada pada ketinggian ilmu dan kehalusan budinya,,,begitukah???

  9. dalam setiap menunggu takdir Nya manusia tetap harus berikhtiar to???
    emang sich cinta gak harus memiliki. tapi selama qt masih bisa berusaha untuk memiliki kenapa gak???
    karena cinta harus diusahakan!!!
    keep spirit buat mengejar cintamu. Pasti Allah will give d best dech buat abg….
    okey???

  10. Assalamu’alaykum…
    waduh, lama gak maen ke tempat kang Rusdin niy,,,
    he..he..he..!
    topiknya masih sama aja nih, mencintai tapi belum berani memiliki…
    klo menurut saya Din, ibarat lagu, kamu tuh lagunya d’Changcuters yang “pria idaman wanita”.
    saya seriuz niy,,,
    agama,
    intelegensi,
    sikap,
    moral,
    wajah,
    so,
    dengan segitu banyak kelebihan yang dititipkan Allah SWT sama kamu, What are U waitin’ for???
    (halah, sok british! ^_^)
    jadi, tunggu apa lagi?
    semangat ya!!!
    klo boleh, saya tambahin liriknya Delon yang ‘terbalik’
    “Tuhan tolong, jangan jodohkan dia dengan yang lain
    tapi tolong, jodohkan dia denganku…”
    (halah, maksa bener…! ^_^)

  11. assalamualaikum wr wb
    salam kenal,
    cinta tak harus memiliki? ah yang bener….?
    kalau cinta ya harus memiliki kali!
    kalau kita ga memiliki berarti kita ga cinta dong..?
    lho untuk apa ngabisin energi untuk mencintai seseorang yang ga kita miliki?

  12. dari yang saya baca..kenapa saya tertarik tulisan antum yang ini ya..saya hanya sedikit memberikan fakta.
    Mencintai dengan tidak memiliki itu sakit…sakit lho..

  13. aslm… Rusdin, apa kabar? afwan, kmrn2 lagi agak sibuk din… [so sibuk..hhe..]. Oya, lama ga berkunjung ke Blog antum din, makin kreatif dan produktif aja saudaraku ini. [tapi kayaknya jg lama banget ga mampir ke blog ku ya?? tak apa…]

    Cinta tak harus memiliki ya? Boleh… tapi tak selalu, karena bukan hal yang mudah merelakan cinta yang tak bisa dimiliki. Tapi menurut ku, ketika kita tak bisa memilikinya maka yang terpenting adalah kita tau dan memastikan dia baik2 aja dan dia pun bahagia, karena kebahagiaan itu independen tak tergantung pada siapapun tapi tergantung pada dirinya sendiri… dan berharap dia bisa mendapatkan yang terbaik…

    sukses ya din…

  14. +,,adukh mata qoe gx bzaa d thnd bt aiir mtaa…emankh bneer “LOVE IS NOT ONLY TO HAVE..” ktaa” itwuu yg selalu adda d fikirandth q mkzh y udh bkiin akkuh sadar akn cntaa,,+

  15. erm bagi saya jodoh itu juga rezeki..n rezeki wajar untuk di kejar dan di cari..dan Allah akan memberi kepada kite rezeki yang setimpal dengan usaha kita…selepas berusaha barulah bertawakal insyAllah..usaha menuruti syariat islam…lain orang lain view nya..that is my view about jodoh..how men view about jodoh is different than women..women can be ready at any time if she found the right man.. but man eventough has found the right woman he might not be ready yet…i guess that is why people said that man n woman r from mars n venus..eventough totally different but they complete each other..just my humble view..

  16. jodoh memang harus dikejar tapi jangan terlalu obsesi banget okey!!!!!!!!!!!!! jodoh itu ada di tangan ALLAH so kita harus usaha tai jangan lupa tuk doa ya kak

    adek disini doain dech mga cpet dpet n resmi. amien

  17. hemm
    kadang kita harus dituntut untuk berjuang juga kan?
    jangan hanya berdiam diri dalam doa saja,tapi juga ikhtiar,,
    cinta harus dikejar dalam artian yah dengan jalan yg diridloi tentunya
    Harus berusaha lah kak,,,
    jangan hanya berdoa dia jangan di jodohkan dengan yg lain gituh,,
    hueee
    so go spirit to get your love!!!!

  18. Asslm.wr.wb

    Saya setuju dengan pendapat mas, cinta memang tak harus memiliki. Toh apabila kita mencintai seseorang maka kita akan merasakan yang di rasakan nya. Kalo dia bahagia kita juga ikut merasakan kebahagiaan itu. Begitu juga sebaliknya.
    Cinta sejati itu tidak mengikat, juga bukan ambisi untuk memiliki.

    Wsslm.wr.wb

  19. asslam wr.wb…..aku setuju pendapat mas…bila kita mencintai seseorg tpi cinta itu memang tdk hrs dimiliki…izin copi paste ya di fbku

    Wsslm.wr.wr

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s