Menikah-lah Maka Engkau Akan Kaya!!!

3 05 2008

Berbicara soal nikah? Kebanyakan orang menduga bahwa pembicaraan seputar nikah (dalam tulisan) hanyalah hak mereka yang sudah memiliki pujaan hati. Saya pikir dugaan ini belum sepenuhnya tepat. Saya sendiri percaya bahwa pembicaraan tentang nikah (dalam bentuk tulisan) juga hak saya, seorang anak muda yang belum jua mendapatkan pendamping hidup.

Sebagian orang percaya bahwa melangsungkan pernikahan harus memiliki persiapan yang matang. Bukan saja kesiapan mental (bathiniah) tapi juga persiapan fisik. Samapai-sampai, ketika akan mempersunting seorang wanita, pastilah orang tuanya akan menanyakan kemampuan kita: pekerjaan dimana, pendapatan sudah berapa banyak, simpanan ada nggak, dan seterusnya.

Menyaksikan fenomena itu, hati saya merinding. Saya sangat terpukau dengan keadaan jaman sekarang ini. Haruskah kita menikahi seseorang kalau kita sudah cukup mapan (punya banyak uang, dll)? Astaghfirullah!!! Apa memang begitu anjuran Allah dan Rasul-Nya? Saya tidak dapat memastikannya. Saya pun tak banyak tahu mengenai hal itu. Yang saya tahu: nikah itu mendatangkan banyak kekayaan; nikah dapat memberikan kemapanan financial (banyak uang, semangat kerja, dll).

Di sela-sela menyelesaikan sebuah naskah buku, saya terhenti sejenak. Lalu, tiba-tiba saya mulai memikirkan akan rezeki Allah kaitannya dengan pernikahan. Benarkah nikah itu dapat mendatangkan banyak kelimpahan dalam hidup? Kalau benar, saya musti membuktikannya. Minimal saya harus punya dasar. Dan, Alhamdulilah, tak sampai lima menit, saya buka buku ust. M. Fauzil Adim. Di dalamnya saya dapati sebuah hadis sahih yang menggembirakan saya. Begini arti hadis itu: nikahkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka.

Diam-diam, saya tersenyum kegirangan sendiri dalam kamar. Saya kembali bertanya ke dalam alam bawah sadar saya: benarkah nikah itu mendatangkan kekayaan? Belum tentu! Bisa ya. Bisa juga tidak. Pasalnya, tak jarang kita saksikan mereka yang sudah berkeluarga justru tak kunjung menjadi kaya. Bahkan, sering kali kita saksikan di media elektronik maupun cetak, orang tua begitu tegah menghabisi anak kandungnya sendiri. Tak lain, lantaran terjepit oleh kondisi ekonomi.

Lantas, bagaimana dengan kebenaran perkataan Rasulullah di atas?

Oh tenang!!! Rupanya, menikah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah-lah yang mendatangkan banyak kekayaan bagi pasangan. Bahkan, bukan saja kekayaan. Kebahagiaan, ketenangan, ketentraman bakal menyelimuti keluarga Anda.

Menurut Anda nikah seperti apakah yang diserukan oleh Rasulullah Saw. sehingga mendatangkan kekayaan bertumpuk-tumpuk? Silahkan Anda mengomentarinya! Saya tunggu lho!


Tindakan

Information

7 tanggapan ke “Menikah-lah Maka Engkau Akan Kaya!!!”

7 05 2008
Boysnocry (03:47:01) :

Hal tersebut diatas juga sering terlintas dalam benak saya. Karena saya sendiri sudah rindu menikah. Paradigma saat ini akan pernikahan memang menjadi menakutkan bagi sebagian besar pria bujang. Kenapa tidak? prasyaratnya gila-gilaan. Padahal menikah menurut saya justru untuk menuju ke arah tersebut.

Para wanita kini juga mulai terkontaminasi oleh budaya sinetron yang hedonis. Tidak sedikit diantara wanita sekarang yang malah menjadi paranoid dengan yang namanya pernikahan. Seorang pria “lurus” tidak akan tampak berharga saat ini jika tidak dihiasi dengan status sosial yg berkilau. Padahal segala sesuatu yang berharga selalu tidak tampak, selain itu hanyalah sampul, betapapun mahalnya.

Mengingat segala sesuatu amalan tergantung niatnya. Maka saya berpikir sebelum kita menuju ke jenjang pernikahan, maka kita harus meluruskan niat terlebih dahulu. Kita harus niatkan segalanya untuk Allah. Mungkin kita harus bisa mengucapkan “I Love U because Allah” dengan benar-benar tulus kepada pasangan kita. Bila kita berada dalam kondisi itu, setidaknya nafsu birahi sudah dilangkahi oleh niat akan beribadah.

7 05 2008
Donny Reza (06:03:17) :

Saya sebetulnya juga ingin sih menulis tentang pernikahan, cuma ngerinya malah jadi semacam bumerang dan dianggap sebuah pembenaran jika hal tersebut tidak sesuai dengan pandangan mayoritas orang lain. Selain itu, ruh-nya juga akan berbeda antara yang sudah dan belum menikah. Di sisi lain, ada nilai-nilai yang sebetulnya bisa kita ‘berikan’ kepada orang lain jika kita sudah menikah, terutama kaitannya dengan cara pernikahan menurut Rasulullah.

7 05 2008
rahmat kamaruddin (06:43:34) :

Ass,…
wah nga nyangka kalau saudara yang satu ini udah menghasilkan karya tulis yang sangat banyak…Sekarang udah tulis tentang pernikahan lagi…
gimana tips supaya bisa nulis yah…

10 05 2008
orang islah (07:19:15) :

Saya setuju bgt.
Saya tunggu buktinya dari rusdin dulu yahhhh

11 05 2008
kai (17:59:27) :

Sebenarnya, intinya ada pada komitmen kita sebagai suami, mampukah kita bertanggungjawab pada istri kita dengan menafkahinya dengan harta yang halal dan berkecukupan..
Kalau kita seorang pria yang bertanggungjawab, maka kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjemput rezeki dari Allah.
Seorang istri biasanya akan mampu meredam pengeluaran suaminya yang berlebihan. Saya contohkan, ada seorang tetangga saya yang bekerja di perusahaan yang mapan, bahkan gajinya pun lebih dari cukup, tapi tabungannya nihil. Mengapa? Karena setiap tahun dia menghabiskan uangnya untuk membeli kendaraan baru.
Bayangkan bila tetangga saya sudah menikah, insya Allah istrinya akan mengingatkan sehingga pengeluaran yang tidak penting seperti itu bisa ditahan, dan bisa ditabung untuk keperluan di masa depan.

Jadi, mulailah giat bekerja dan menabung, demi calon istri dan anak kita nantinya. Walaupun kita belum tahu siapa mereka :)

22 05 2008
musa (08:00:19) :

Setuju!

17 06 2008
Fadhil.ZA (03:37:11) :

Ass wr wb

Memang benar jika nikah Allah akan mencukupkan rezekinya. Buat yang belum nyoba memang terasa gamang. Saya udah buktiin…ketika masih bujang saya nggak bisa ngumpulin uang. Kantong bolong bocor disana sini, boros, nggak punya apa2. Tidur juga numpang di masjid. Tapi setelah Nikah alhamdulillah rezeki yang saya dapat berkah, bisa nabung , punya rumah , anak, mobil dan berbagai fasilitas lain. Nikahlah minta rezeki pada Allah dan berusaha. Allah menjamin kehidupan orang yang percaya dan yakin padaNya…Allah maha Kaya.

Orang yang takut miskin, tidak yakin dengan karunia Allah…….ya pasti akan dihimpit kemiskinan dan berbagai kesulitan hidup

Tinggalkan komentar

kamu dapat menggunakan tag-tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>